KALTARAEKONOMINUNUKAN

Dibayangi Kualitas Kadar Air, Harga Rumput Laut Tembus Rp 31 Ribu per Kg

NUNUKAN – Harga rumput laut di Kabupaten Nunukan terus menanjak sepanjang 2026. Di Mamolo, Nunukan Selatan, komoditas yang menjadi sandaran ekonomi masyarakat pesisir itu kini dibeli di tingkat petani Rp29 ribu hingga Rp31 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas dan kadar air.

Andis, petani rumput laut di Mamolo, mengatakan, harga tersebut naik secara bertahap dari sekitar Rp18 ribu per kilogram pada awal 2026. Kenaikan harga ikut mendorong petani memperbaiki proses budidaya hingga pengeringan agar hasil panen memenuhi standar pembeli.

“Kalau sekarang harga di tingkat petani sekitar Rp29 ribu sampai Rp31 ribu per kilogram. Kenaikannya memang bertahap sejak 2026,” ujar Andis.

Menurut dia, kadar air menjadi salah satu penentu harga. Rumput laut hasil panen petani Mamolo saat ini memiliki kadar air sekitar 40 hingga 43 persen. Petani berupaya menjaga kualitas agar sesuai dengan permintaan pembeli.

“Memang kadar airnya ada yang 43, 42 sampai 40. Petani berusaha supaya kualitasnya tetap bagus dan sesuai dengan permintaan,” katanya.

Dari sisi produksi, aktivitas budidaya di Mamolo juga terbilang besar. Dalam sebulan, produksi rumput laut disebut mencapai lebih dari 5.000 ton. Sebagian hasil panen dipasarkan ke luar Kalimantan Utara, terutama Sulawesi Selatan dan Surabaya.

Besarnya produksi dan permintaan menjadikan rumput laut salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Mamolo. Kenaikan harga sepanjang tahun ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

Namun, Andis mengingatkan kenaikan harga perlu diikuti konsistensi mutu. Menurut dia, kualitas hasil panen menentukan kepercayaan pembeli sekaligus keberlanjutan permintaan dari daerah tujuan pengiriman.

“Yang penting kualitasnya dijaga. Kalau kualitas bagus dan sesuai kadar yang diminta, harga juga bisa lebih baik,” pungkasnya. (ryn)

Back to top button