KALTARAHUKUM & KRIMINALNUNUKAN

Polisi Diminta Dahulukan Mediasi, Bukan Semua Masalah Berakhir di Pengadilan

NUNUKAN – Polisi diminta tak buru-buru menyeret setiap persoalan warga ke meja hukum. Namun, aparat penegak hukum diminta menjadi penengah lebih dulu, selama perkara masih bisa diselesaikan lewat mediasi dan jalan kekeluargaan.

Pesan itu disampaikan Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni saat kunjungan kerja ke Pulau Sebatik, Jumat (28/8/2026). Menurut dia, polisi bukan sekadar aparat yang menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab mencegah persoalan kecil berubah menjadi konflik yang lebih besar.

“Anggota tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar Ruslaeni.

Ia meminta personel kepolisian mengutamakan mediasi terhadap persoalan yang masih memiliki ruang penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, pendekatan tersebut bukan berarti mengabaikan hukum. Jika suatu perkara telah memenuhi unsur pidana, proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan.

“Apabila ada hal-hal atau sesuatu yang terjadi di masyarakat, kita upayakan untuk melakukan mediasi,” katanya.

Ruslaeni secara khusus meminta personel Polsek Sebatik Barat dan Polsek Sebatik Timur merespons cepat setiap laporan warga. Ia tidak ingin polisi baru turun tangan setelah persoalan telanjur membesar.

“Untuk khususnya personel Polsek Sebatik Barat, Polsek Sebatik Timur agar segera cepat merespons apabila ada laporan-laporan dari masyarakat,” ujar dia.

Sebagai wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Sebatik menghadapi dinamika sosial dan keamanan yang membutuhkan respons cepat. Ruslaeni karena itu mengajak masyarakat tidak segan menyampaikan informasi kepada kepolisian.

“Mari kita sama-sama menjaga situasi dengan selalu memberikan informasi-informasi kepada kami apabila ada sesuatu hal yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus digunakan Ruslaeni untuk melihat pelayanan kepolisian di wilayah Sebatik dan memberikan arahan kepada jajaran di tingkat sektor. Ia menekankan agar personel tidak menunggu persoalan membesar untuk bertindak. “Dengan adanya sektor ini juga kita dapat merespons,” pungkasnya. (ryn)

Back to top button