KALTARABULUNGAN

3.003 Hotspot Kepung Kaltara, Asap Bertahan karena Angin Melemah

TANJUNG SELOR – Langit Kalimantan Utara (Kaltara) belum benar-benar terbebas dari asap. Sebanyak 3.003 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah provinsi itu, dengan sekitar 93 persen berada di Kabupaten Bulungan dan Malinau. Kondisi cuaca yang cenderung cerah membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan Bulungan, Agus Ariyanto mengatakan, cuaca Kaltara pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Hujan ringan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah, namun belum merata.

Menurut Agus, sejumlah fenomena cuaca global seperti ENSO, IOD, dan MJO tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Kaltara. “Akibatnya, peluang hujan yang dapat membantu membersihkan udara dari asap relatif terbatas,” kata Agus menjelaskan.

Masalah lain muncul dari pergerakan angin. Dikatakan, angin yang lemah hingga tenang membuat asap hasil kebakaran bertahan lebih lama di udara. Meski begitu, belokan angin dan konvergensi masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Kondisi tersebut turut memengaruhi jarak pandang. Secara umum jarak pandang berada pada kisaran 2–4 kilometer. Namun pada malam hari, jarak pandang sempat merosot hingga 500 meter akibat kombinasi asap, angin yang tenang, dan kelembapan udara yang tinggi.

Asap juga mulai dirasakan masyarakat. Selain mengganggu pernapasan, kabut asap dapat menyebabkan mata terasa perih dan mengalami iritasi. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi kualitas udara yang memburuk.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi,” kata Agus.

Ia berharap kabut asap segera berakhir dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara menyeluruh. “Harapan saya semoga kabut ini bisa segera hilang dan juga kebakaran-kebakaran yang kita alami di Kalimantan juga bisa diselesaikan secara baik,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar api dapat ditangani sebelum meluas. (rk)

Back to top button