KALTARATARAKAN

Kabut Asap Kiriman Selimuti Tarakan, 70 Hotspot Terdeteksi di Kaltara

TARAKAN – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Tarakan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menduga asap berasal dari wilayah lain di Kalimantan Utara (Kaltara), seiring terdeteksinya 70 titik panas dan angin dominan bergerak dari selatan.

Forecaster On Duty BMKG Tarakan, M. Hatta Rachim mengatakan, hingga pukul 15.00 Wita tidak ditemukan hotspot di Tarakan. Sebanyak 68 titik panas terdeteksi di Kabupaten Bulungan, sedangkan masing-masing satu titik berada di Malinau dan Nunukan.

“Dapat diindikasikan pekatnya kabut asap yang terjadi di Kota Tarakan siang ini adalah kiriman dari wilayah luar Kota Tarakan,” kata Hatta.

Angin bergerak dari selatan menuju Tarakan dengan kecepatan sekitar 5–10 knot. Kondisi itu turut memengaruhi jarak pandang yang hanya berkisar 1.000–3.000 meter.

Menurut Hatta, jarak pandang 3.000 meter masih memungkinkan aktivitas penerbangan, khususnya proses lepas landas di Bandara Juwata Tarakan. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dipantau karena jarak pandang dapat berubah.

BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Kaltara berada dalam kategori very high berdasarkan indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Artinya, bahan bakar ringan seperti alang-alang dan dedaunan kering sangat mudah terbakar.

“Indeks warna merah (very high) berarti tingkat mudahnya terbakar alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan sangat tinggi,” ujarnya.

Hatta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, termasuk saat membuka lahan atau membakar sampah. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Di Tarakan, cuaca tiga hari ke depan diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Hujan ringan masih berpeluang turun pada dini hari dengan durasi singkat dan sebaran tidak merata. (rz)

Back to top button