TANJUNG SELOR – Keluhan influenza di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bumi Rahayu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Dalam dua pekan hingga 22 Agustus 2026, jumlah kunjungan pasien dengan keluhan tersebut mencapai 94 kasus, naik dari 61 kasus pada periode sebelumnya.
Kepala UPTD Puskesmas Bumi Rahayu, Catrice Sheyang mengatakan, peningkatan terlihat dari perbandingan data kunjungan pada 1–9 Agustus dan 10–22 Agustus 2026. “Ada peningkatan untuk kasus ISPA sesuai dengan kunjungan ke Puskesmas tanggal 1–9 dan 10–22,” ujar Catrice, Senin (31/8/2026).
Pada periode 1–9 Agustus, tercatat 61 kasus influenza. Angka itu bertambah menjadi 94 kasus pada 10–22 Agustus. Artinya, terdapat tambahan 33 kasus dalam rentang waktu yang lebih panjang tersebut.
Catrice mengatakan, peningkatan gangguan saluran pernapasan dapat dipicu berbagai faktor. Paparan polusi dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu kemungkinan, terutama ketika kualitas udara menurun. “Kini ISPA semakin meningkat khususnya bagi anak-anak, disebabkan juga banyak dari terpaparnya polusi. Banyak kemungkinan, asap karhutla hanya salah satunya saja,” katanya.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lanjut usia. Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak untuk menekan risiko terpapar polutan yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan. “Selalu gunakan masker bila harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Catrice.
Ia juga mengingatkan, warga tidak mengabaikan gejala batuk atau gangguan pernapasan lainnya. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan apabila keluhan muncul atau semakin berat. Penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, seperti bronkitis maupun pneumonia.
“Segera berobat bila terkena batuk agar tidak berisiko ke penyakit bronkitis atau pneumonia, dan kenali gejala pneumonia,” katanya.
Puskesmas Bumi Rahayu juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Warga diminta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan pernapasan yang tidak kunjung membaik, terlebih di tengah kondisi kualitas udara yang masih dipengaruhi kabut asap. (rk)