TARAKAN – Sirkuit baru di kawasan Pantai Amal, Tarakan, mulai diuji menjelang Open Grasstrack 2026 yang dijadwalkan berlangsung 19 September mendatang. Kejuaraan ini menjadi momentum perdana untuk menguji kelayakan lintasan sekaligus melihat respons pembalap sebelum kawasan tersebut dikembangkan menjadi sirkuit roadrace.
Ketua Bidang Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltara, Djadjang Rimawanta mengatakan, lintasan grasstrack saat ini sudah bisa digunakan untuk latihan maupun perlombaan. Namun, sejumlah bagian masih terus disempurnakan agar lebih siap saat digunakan dalam kejuaraan.
“Karena pembangunan roadrace belum ada, kemarin sudah disepakati dengan Pak Wali, kita pakai dulu untuk event grasstrack,” kata Djadjang, Selasa (8/9/2026).
Lintasan tersebut memiliki panjang sekitar 780 meter dengan lebar rata-rata delapan meter. Pada area garis start, lebar lintasan mencapai sekitar 20 meter. Sementara itu, terdapat sembilan tikungan yang dibuat cukup lebar untuk memberikan ruang bagi pembalap saat bermanuver.
Menurut Djadjang, sejumlah bagian lintasan masih menjadi perhatian, terutama rintangan, jumping, dan berem. Penyempurnaan diperlukan untuk menyesuaikan karakter lintasan dengan kondisi balapan.
“Kalau pas hujan, berem pasti harus dimaksimalkan pada saat main. Teman-teman juga meminta berem diperbaiki,” ujarnya.
Pengujian terhadap karakter lintasan juga telah dilakukan melalui aktivitas latihan. Bahkan, lintasan tersebut telah digunakan sekitar 80 pembalap dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi lintasan turut diuji dalam cuaca berbeda, termasuk saat hujan mengguyur kawasan Pantai Amal. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan lintasan tetap aman digunakan ketika perlombaan berlangsung.
Pada Open Grasstrack 2026, panitia menyiapkan sekitar 12 kelas perlombaan. Kategori yang dipertandingkan antara lain bebek 2 tak dan 4 tak, FFA, Sport dan Trail, Terabas Open, Terabas Kaltara, hingga kelas Terabas untuk pembalap berusia 40 tahun.
Jumlah peserta ditargetkan mencapai sekitar 180 pembalap. Selain dari Tarakan dan daerah lain di Kaltara, peserta dari luar provinsi juga diharapkan meramaikan kejuaraan tersebut.
“Selama empat tahun tidak pernah ada event di Tarakan. Ini perdana, sehingga teman-teman sangat antusias,” katanya.
Bagi IMI Kaltara, penggunaan lintasan grasstrack ini sekaligus menjadi langkah awal menghidupkan kembali kompetisi balap roda dua di Tarakan. Antusiasme komunitas terlihat dari penggunaan lintasan yang mulai rutin untuk latihan.
Pengembangan kawasan tersebut tidak berhenti pada grasstrack. Djadjang menyebut pembangunan lintasan roadrace tetap menjadi rencana berikutnya setelah agenda grasstrack terlaksana.
Rencana pembangunan roadrace ditargetkan mulai berjalan sekitar Oktober-November. Dengan demikian, lintasan grasstrack yang kini digunakan menjadi tahap awal sebelum kawasan Pantai Amal dikembangkan sebagai pusat olahraga otomotif yang lebih lengkap.
Djadjang mengatakan pengembangan sirkuit tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Tarakan yang menyediakan kawasan Pantai Amal untuk kegiatan olahraga otomotif.
Untuk penyempurnaan lintasan grasstrack dalam waktu dekat, IMI Kaltara masih mengandalkan dukungan komunitas dan pihak swasta, termasuk melalui penyewaan alat.
“Perencanaan sirkuit roadrace maupun grasstrack sudah ada. Saat ini area tersebut kita gunakan untuk grasstrack terlebih dahulu,” pungkasnya. (rz)

