KALTARABULUNGAN

Bulungan Ajukan Hujan Buatan Atasi Kekeringan Kaltara

BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan mengajukan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di tengah menurunnya curah hujan dan ketersediaan air di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Usulan tersebut kini menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, Bulungan menjadi satu-satunya daerah di Kaltara yang sejauh ini mengajukan permohonan OMC.

Menurut dia, BMKG siap memberikan dukungan teknis apabila usulan tersebut disetujui. Dukungan itu terutama berkaitan dengan pemantauan kondisi atmosfer dan identifikasi awan yang berpotensi dimodifikasi untuk menghasilkan hujan.

“Untuk OMC itu harus dari pemerintah daerah yang mengajukan. Kita nanti supporting system-nya untuk menentukan kondisi dan keberadaan awan yang dapat dimodifikasi,” kata Sulam Khilmi, Selasa (8/9/2026).

Pengajuan OMC dilakukan ketika kondisi cuaca di Kaltara cenderung kering. Berdasarkan pemantauan BMKG pada 8 September 2026, sebagian besar wilayah Kaltara mengalami udara kabur hingga cerah berawan dan berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, namun belum merata.
Di Bulungan, suhu udara berada pada kisaran 24–32 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 5 kilometer per jam. Kondisi serupa juga terjadi di Nunukan, dengan suhu 24–32 derajat Celsius dan kecepatan angin sekitar 5 kilometer per jam.

Sementara itu, Tarakan berada pada kisaran suhu 25–31 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam. Udara kabur hingga berawan masih mendominasi, disertai potensi hujan ringan.

Di Malinau, suhu tercatat 20–29 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam. Adapun Tana Tidung berada pada kisaran 23–32 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam.

Khilmi menegaskan, pelaksanaan OMC tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Operasi tersebut bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk dimodifikasi. “Karena itu, pemantauan kondisi atmosfer menjadi bagian penting sebelum operasi dilaksanakan,” tutupnya. (rk)

Back to top button