NUNUKAN – Bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan belum langsung dieksekusi meski proses verifikasi calon penerima telah rampung. Pemerintah daerah masih memastikan seluruh persyaratan teknis dan administratif terpenuhi sebelum penerima bantuan ditetapkan.
Program tersebut menyasar empat wilayah, yakni Kecamatan Nunukan, Sebatik, Sei Menggaris, dan Tulin Onsoi. Tahapan pascaverifikasi kini menjadi perhatian pemerintah untuk mencegah persoalan muncul setelah Surat Keputusan (SK) penerima bantuan diterbitkan.
Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan Yance Tambaru mengatakan, kesiapan calon penerima maupun mekanisme pelaksanaan harus dipastikan sesuai petunjuk teknis (juknis).
“Setelah verifikasi, kita perlu memastikan kesiapan penerima dan tahapan pelaksanaannya. Jangan sampai ketika SK sudah diterbitkan, masih ada persoalan yang belum diselesaikan,” ujar Yance, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, verifikasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi. Calon penerima juga perlu memahami mekanisme bantuan, termasuk ketentuan serta tanggung jawab selama proses pembangunan berlangsung.
Pemerintah, kata Yance, juga memastikan bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria. Karena itu, koordinasi antarinstansi terus dilakukan sejak proses verifikasi hingga bantuan memasuki tahap pelaksanaan.
“Ini bukan sekadar administrasi. Kita ingin sejak awal semua memahami aturan dan mekanismenya, sehingga bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” katanya.
Program RTLH menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi hunian masyarakat di kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Yance menegaskan, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan batas wilayah. Kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di dalamnya juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Perbatasan bukan hanya soal infrastruktur dan batas wilayah. Masyarakat yang tinggal di dalamnya juga harus mendapat perhatian, termasuk dari sisi tempat tinggal yang layak,” pungkasnya. (ryn)

