EKONOMIBULUNGANKALTARA

Tuntut Ganti Rugi Lahan dan Peluang Kerja, Warga Lokal Geruduk PT KIPI

TANJUNG SELOR – Puluhan warga dari berbagai daerah kembali berunjuk rasa di kawasan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning – Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, kemarin (14/9/2026). Mereka melayangkan protes dan menuntut hak-hak fundamental warga terdampak dalam persoalan kompensasi kepemilikan tanah serta kesempatan kerja lokal.

Juru bicara warga warga, Rico Fernando membeberkan, poin krusial yang diperjuangkan adalah penyelesaian konflik pertanahan dan keberpihakan korporasi kepada penduduk setempat. Kata dia, sejumlah bidang tanah milik warga yang diklaim oleh PT KIPI masuk ke dalam area Hak Guna Bangunan (HGU) perusahaan belum menerima ganti rugi.

“Sementara, sebagian lainnya bahkan sudah digusur tanpa adanya pembayaran kompensasi kepada pemilik sah,” ungkap Rico.

Selain itu, Rico dan warga juga mendesak agar perusahaan memberikan jatah prioritas sekurang-kurangnya 70% bagi tenaga kerja lokal untuk berkarya di kawasan industri tersebut. Bila tak dipenuhi, unjuk rasa berskala besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat.

“Yang sedianya digelar hari ini (kemarin) akhirnya diubah menjadi agenda audiensi tatap muka di Tanjung Selor pada hari Selasa esok hari (hari ini),” jelasnya.

Keputusan tersebut diambil usai tercapai jalur komunikasi antara utusan warga, aparat penegak hukum, dan pihak manajemen perusahaan saat unjuk rasa. Sesi musyawarah hari ini, kata Rico, hanya akan diikuti oleh delegasi warga secara terbatas demi menjamin efektivitas serta keterbukaan informasi.

“Segala hasil keputusan dari pertemuan itu nantinya bakal disebarluaskan secara transparan kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” katanya.

Atas peristiwa ini, publik pun mendesak manajemen PT KIPI lekas memperbaiki sistem pengelolaan perusahaan serta lebih peka terhadap berbagai aspirasi dari lingkungan sekitar. Di luar isu ganti rugi dan ketenagakerjaan, warga juga turut menuntut penguatan fasilitas kesehatan masyarakat, seperti pembangunan rumah sakit atau puskesmas di daerah terdampak, khususnya wilayah Kampung Baru Pendada. (rk)

Back to top button