KALTARANUNUKANPENDIDIKAN

Lahan Sudah Ada, SMPN 1 Lumbis Pansiangan Masih Menumpang

NUNUKAN – Lahan untuk membangun sekolah sudah tersedia. Namun, hingga kini siswa SMPN 1 Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, masih harus menumpang di gedung SD untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kondisi tersebut mendapat sorotan Anggota DPRD Nunukan, Hendrawan. Ia mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan gedung SMPN 1 Lumbis Pansiangan yang merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di Kecamatan Lumbis Pansiangan.

“Harus dibangun gedung baru SMPN 1 Lumbis Pansiangan. Sekarang masih pinjam gedung SD untuk sementara,” ujar Hendrawan, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, persoalan lahan semestinya tidak lagi menjadi alasan tertundanya pembangunan. Lahan telah disiapkan melalui hibah kepala sekolah dan masyarakat setempat. Dokumen hibah juga telah dipersiapkan.

“Lahannya sudah ada, surat hibahnya juga sudah disiapkan. Tinggal bagaimana perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten untuk bisa merealisasikan pembangunan gedung sekolah ini,” katanya.

Bagi Hendrawan, pembangunan gedung SMP menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi, kondisi geografis Lumbis Pansiangan membuat akses pendidikan tidak mudah.

Siswa dan guru masih harus melewati medan terjal dan jurang untuk menuju sekolah. Dalam kondisi tertentu, mereka juga harus menyusuri aliran sungai dengan arus yang cukup deras.
Karena itu, keterbatasan sarana pendidikan tidak seharusnya menambah beban anak-anak di wilayah tersebut.

Selain pembangunan SMP, Hendrawan meminta pemerintah meningkatkan fasilitas SDN 1 Lumbis Pansiangan. Sekolah tersebut masih membutuhkan tiga ruang kelas baru (RKB). Dua ruang telah tersedia, sedangkan satu RKB lainnya belum terbangun.

Sejumlah fasilitas pendukung juga masih dibutuhkan, antara lain rumah guru, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Hendrawan menilai, pemenuhan fasilitas tersebut penting untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan layak. Terlebih, pendidikan di wilayah dengan akses geografis yang sulit membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Ia meminta pemerintah tidak berhenti pada rencana maupun kunjungan ke lokasi. Pemerintah, kata dia, perlu menetapkan langkah pembangunan yang jelas agar kebutuhan sekolah benar-benar terealisasi.

“Pembangunan ini harus dilakukan. Kita butuh mencetak generasi yang lebih hebat dan cerdas. Jangan sampai kondisi fasilitas dan akses menjadi penghambat anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dapat berkolaborasi mendorong pembangunan fasilitas pendidikan di Lumbis Pansiangan.

“Sudah pernah ada informasi bahwa pembangunan akan diupayakan. Sekarang kami menunggu respons dan perhatian pemerintah agar ini benar-benar bisa diwujudkan,” pungkasnya. (ryn)

Back to top button