TANJUNG SELOR – Volume sampah harian di Kabupaten Bulungan mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan. Pemkab Bulungan mencatat penanganan sampah yang harus dikelola mencapai 80 ton per hari.
Dalam kunjungannya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) belum lama ini, Bupati Bulungan, Syarwani,mengungkapkan, tingginya volume tersebut menjadi pengingat penting soal pentingnya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang komprehensif, mulai dari tingkat rumah tangga, Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga TPA.
“Tidak kurang ada 80 ton setiap hari penanganan sampah yang dilaksanakan oleh teman-teman,” ungkap Syarwani.
Syarwani menjelaskan, cakupan pelayanan penanganan sampah saat ini tidak hanya berfokus di kawasan perkotaan Tanjung Selor. Jangkauan penanganan sampah seharusnya juga sampai ke sejumlah wilayah kecamatan lain, di antaranya Kecamatan Sekatak dan Kecamatan Bunyu.
Namun, Syarwani secara terbuka mengakui layanan penanganan sampah di Bulungan saat ini belum mampu mencakup secara merata ke seluruh yang ada di Kabupaten Bulungan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kehadiran Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Perisi Benuanta diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam memperkuat rantai pengelolaan sampah, khususnya lewat optimalisasi proses pemilahan dan daur ulang.
“Tidak semuanya bisa kita bawa ke TPA. Harus ada proses pemilahan seperti ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syarwani memberikan contoh konkret terkait pemilahan jenis sampah. Sampah berbahan plastik, misalnya, dinilai masih menyimpan potensi nilai ekonomis yang tinggi apabila dikelola dengan benar. Di sisi lain, sisa sampah organik rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk pupuk organik yang bermanfaat.
“Ini tentu menjadi sesuatu yang sangat bisa bermanfaat secara ekonomis dan memberikan nilai tambah,” tutupnya. (rk)

