Misteri Kematian Pemuda di Ruko Pasar Gusher Tarakan, Ditemukan Bersimbah Darah di Lantai Dua
TARAKAN – Warga Karang Rejo digegerkan dengan penemuan seorang pemuda bernama Ismail (18), yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di lantai dua sebuah ruko di kawasan Pasar Gusher, RT 03, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Senin (13/4/2026) malam.
Korban yang sehari-hari membantu orang tuanya berjualan ayam potong itu pertama kali ditemukan oleh sepupunya sendiri.
Penemuan tersebut sontak mengejutkan warga sekitar, mengingat tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Umar, mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut karena sedang melaksanakan salat Isya saat peristiwa terjadi.
“Saya lagi salat Isya, jadi tidak tahu kejadian. Pas kembali juga belum ramai, tidak ada orang-orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum kejadian, situasi di sekitar lokasi terbilang normal dan tidak terdengar adanya keributan.
“Tidak ada juga teriakan atau apa, tiba-tiba saja sudah ada kejadian,” katanya.
Menurut Umar, korban dikenal sebagai sosok yang biasa saja dan kerap membantu orang tuanya berjualan. Bahkan, korban sering terlihat berada di ruko tersebut hingga bermalam. “Sering lihat, biasa saja orangnya. Kadang juga bermalam di situ,” ungkapnya.
Lurah Karang Rejo, Sugeng Utomo membenarkan jika korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya.
Ia menyebut, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, namun laporan baru diterimanya pada pukul 20.09 WITA, saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah berlangsung.
“Yang menemukan informasi sepupunya sendiri,” kata Sugeng.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
“Dugaan awal kita belum bisa menentukan karena masih dalam penyidikan. Untuk sementara kita tunggu rilis resmi dari pihak kepolisian,” tegasnya.
Sugeng juga mengungkapkan, saat kejadian berlangsung, keluarga korban berada di bagian belakang ruko.
“Informasi sementara, keluarga ada di belakang, di kandang. Korban ditemukan di lantai dua,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Barokah, menyebut korban dikenal tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar. Namun, ia mengungkapkan bahwa korban tengah menjalani pengobatan rutin.
“Kalau yang saya tahu, memang beliau ini selalu mengonsumsi obat. Informasi dari keluarga, masih dalam proses pengobatan rutin,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Ismail masih menjadi misteri. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk mendalami berbagai kemungkinan yang terjadi.
“Belum ada kepastian, apakah ini bunuh diri atau hal lain. Kita tunggu hasil penyelidikan,” pungkasnya. (rz)


