KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Modus Baru Peredaran Sabu di Tarakan, Ada ‘Loket’ Rahasia di Balik Pagar Bambu

TARAKAN– Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kota Tarakan kembali menemukan modus baru. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan membongkar lokasi transaksi sabu terselubung yang diduga beroperasi di kawasan Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara.

Lokasi tersebut dibuat menyerupai ‘loket’ rahasia dengan pagar bambu yang ditutup daun-daunan, sehingga aktivitas jual beli narkoba sulit terdeteksi dari luar. Hal ini juga ditegaskan Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik. Dia mengatakan, pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait munculnya kembali aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Beberapa waktu lalu kami menerima laporan bahwa peredaran narkoba mulai muncul lagi. Kami bersama tim kemudian melakukan penelusuran ke belakang Kantor Kelurahan Juata Permai dengan mengandalkan informasi dari informan,” ujar Evon.

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan indikasi kuat adanya lokasi transaksi yang sengaja dirancang untuk mengelabui aparat.

“Modusnya, mereka melayani pembeli dari balik pagar bambu tersebut. Jadi tidak terlihat jelas dari luar. Ini sengaja dibuat untuk menghalangi petugas melakukan penindakan langsung,” jelasnya.

Namun saat dilakukan penggerebekan, para pelaku lebih dulu melarikan diri. Diduga, keberadaan petugas telah bocor kepada jaringan pelaku.

“Begitu kami masuk dari depan, mereka sudah kabur. Sepertinya sudah ada yang memberi informasi bahwa petugas datang,” katanya.

Meski gagal mengamankan pelaku utama, petugas langsung membongkar lokasi yang berada sekitar 200 meter di belakang Kantor Kelurahan Juata Permai. Area tersebut berada di tempat tersembunyi di atas tebing dengan akses yang cukup sulit dijangkau.

Evon menjelaskan, lokasi transaksi kini telah berpindah dari titik sebelumnya.

“Posisinya di atas seperti lapangan, dan di belakangnya ada jurang. Saat dikejar, pelaku turun ke bawah dan diduga bersembunyi di rumah-rumah warga sekitar,” ungkapnya.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan lima orang yang diduga hendak membeli narkotika jenis sabu. Namun, mereka tidak ditahan dan hanya didata serta diberikan pembinaan.

“Ada sekitar lima orang yang kami amankan. Mereka mengakui membeli narkoba di lokasi itu. Namun kami tidak lakukan penahanan, hanya diberikan arahan dan diwajibkan lapor,” jelas Evon.

BNNK Tarakan menegaskan akan mengedepankan pendekatan persuasif terhadap para pengguna, khususnya yang telah mengalami ketergantungan.

“Kami harapkan mereka yang sudah kecanduan bisa mengikuti program rehabilitasi yang telah kami siapkan, agar tidak semakin parah,” katanya.

Lebih lanjut, Evon menyebut aktivitas di lokasi tersebut diduga kembali aktif sejak akhir 2025. Pelaku bahkan sempat membangun pagar baru sebelum Ramadan untuk mengantisipasi penggerebekan.

“Informasinya sebelum Ramadan lalu mereka sudah mulai membangun pagar baru. Jadi sebelum berkembang lebih jauh, kami lakukan pembongkaran,” ujarnya.

Meski demikian, BNNK Tarakan mengakui masih menghadapi kendala dalam pemberantasan narkotika, terutama minimnya dukungan dari masyarakat setempat.

“Masyarakat terkesan tidak peduli, bahkan seperti melindungi aktivitas tersebut. Ini tentu menyulitkan kami dalam melakukan penindakan,” keluhnya.

BNNK Tarakan pun mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menekan peredaran narkoba di lingkungan mereka. (rz)

Show More
Back to top button