KALTARABULUNGANKTT

Kebocoran Retribusi Bikin Pusing, Pemkab Bulungan Bangun Pagar di Pasar Induk

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan akhirnya angkat bicara soal kebocoran pendapatan retribusi yang selama ini terjadi di Pasar Induk, Tanjung Selor. Setelah sekian lama dibiarkan terbuka, tahun ini Pemkab Bulungan memutuskan untuk membangun pagar keliling sebagai benteng fisik sekaligus solusi utama.

Bupati Bulungan, Syarwani mengaku, kondisi pasar yang bisa diakses dari segala arah selama ini menjadi celah terbesar. Pedagang dan pengunjung bebas keluar masuk tanpa terdeteksi, sehingga retribusi yang seharusnya menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru menguap sia-sia.

“Pasar induk saat ini ibarat rumah tanpa pintu. Bisa dimasuki dari mana saja, makanya retribusi tidak pernah maksimal,” ujar Syarwani saat ditemui awak media, Minggu (19/4/26).

Dengan dibangunnya pagar keliling, Pemkab Bulungan berencana menerapkan sistem satu pintu. Bupati optimistis langkah ini akan membawa perubahan signifikan, bukan hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga ketertiban dan keamanan lingkungan pasar.

“Mulai tahun ini, kita mulai eksekusi fisik. Akses keluar masuk hanya melalui satu pintu utama. Parkir jadi lebih tertib, pungutan liar bisa ditekan, dan kebocoran retribusi bisa diminimalisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Adriani memberikan rincian teknis. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp5,48 miliar. Namun, panjang pagar dan desain fasilitas pendukung seperti pos jaga, jalur pedestrian, dan area putaran kendaraan masih menunggu hasil kajian final.

“Anggaran sudah disiapkan. Sekarang masih dalam tahap perencanaan matang. Panjang pagar dan kebutuhan lain akan mengikuti hasil kajian yang sedang disusun tim teknis,” jelas Adriani.

Dari sisi redaksi, langkah ini patut diapresiasi karena menutup kebocoran PAD adalah langkah strategis. Namun, yang tak kalah penting adalah kesiapan petugas di lapangan pasca-pagar berdiri. Sebab, tanpa pengawasan yang konsisten, pagar setinggi apa pun bisa kehilangan fungsi. Warga dan pedagang pun diharap tidak merasa ‘dikurung’, melainkan dilindungi dan ditata untuk kenyamanan bersama.

Pantauan media ini, respon awal dari sejumlah pedagang di Pasar Induk masih beragam. Ada yang mendukung demi ketertiban, tapi tak sedikit yang khawatir akses logistik mereka menjadi lebih rumit. Pemkab Bulungan diharapkan dapat mengakomodasi masukan warga sebelum proyek fisik dimulai. (rm)

Show More
Back to top button