TARAKAN – Kekhawatiran terhadap dampak konflik di Timur Tengah dipastikan tidak mengganggu rencana keberangkatan jemaah haji asal Tarakan pada musim haji 2026.
Pemerintah menegaskan seluruh proses pemberangkatan tetap berjalan normal dan aman.
Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, Asmad menyampaikan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal keberangkatan. Seluruh tahapan, kata dia, masih berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
“Insyaallah tidak ada kendala. Semua masih berjalan sesuai rencana,” ujar Asmad, Senin (20/4/2026).
Sebanyak 186 jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan berangkat menuju embarkasi pada 4 Mei 2026, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah pada 6 Mei 2026.
Proses keberangkatan akan dilakukan dalam dua gelombang menyesuaikan kapasitas penerbangan.
Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sempat memunculkan kekhawatiran, khususnya terkait keamanan jalur penerbangan internasional.
Namun demikian, pemerintah memastikan rute yang digunakan jemaah haji Indonesia tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh konflik tersebut.
Asmad menambahkan, seluruh persiapan jemaah haji Tarakan telah rampung, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pelaksanaan manasik haji. Para jemaah kini tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
“Manasik sudah selesai, kesehatan juga sudah terpenuhi. Tinggal menunggu keberangkatan saja,” katanya.
Ia mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi fisik serta mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk. (rz)