TARAKAN – Insiden gigitan anjing terhadap seorang anak di kawasan Sebengkok Tiram, Kota Tarakan, berujung pada evakuasi tujuh ekor anjing dari lingkungan permukiman warga. Langkah tersebut diambil setelah masyarakat menilai keberadaan hewan-hewan itu sudah meresahkan dan berpotensi membahayakan keselamatan, terutama anak-anak.
Peristiwa bermula dari laporan Ketua RT 09 Sebengkok Tiram yang diteruskan melalui Bhabinkamtibmas setempat. Seorang anak dilaporkan digigit anjing peliharaan warga saat sedang bermain di sekitar rumah.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan mengatakan, pihaknya langsung melakukan verifikasi usai menerima laporan melalui call center 112.
“Setelah kami cek bersama Ketua RT, memang benar terjadi gigitan terhadap anak oleh anjing milik warga,” ujarnya.
Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan melakukan pembersihan luka serta tindakan pencegahan guna mengantisipasi risiko penyakit zoonosis, termasuk rabies.
Irwan menjelaskan, dari hasil pengecekan awal tidak ditemukan indikasi rabies pada hewan tersebut. Meski demikian, korban tetap mendapat penanganan sesuai prosedur medis.
Selain fokus pada penanganan korban, aparat bersama pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga menggelar musyawarah untuk menentukan langkah terhadap anjing-anjing tersebut. Hewan-hewan itu disebut kerap mengejar dan menggonggong warga yang melintas.
“Hasil rembuk warga menyepakati evakuasi sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Irwan.
Proses evakuasi berlangsung selama dua malam. Pada malam pertama, petugas berhasil mengamankan empat ekor anjing. Sementara tiga ekor lainnya baru dapat dievakuasi pada malam berikutnya setelah sempat kabur dari lokasi.
Kondisi rumah yang sempit serta banyaknya celah menjadi tantangan tersendiri dalam proses penangkapan. Petugas harus menutup sejumlah akses dan menggunakan jaring untuk mengamankan hewan.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh anjing dipindahkan sementara ke lokasi karantina di kawasan Juwata untuk dilakukan observasi lebih lanjut. Dari hasil pemantauan awal, hewan-hewan tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif.
Sementara itu, kondisi korban dilaporkan stabil setelah menjalani perawatan awal. Irwan menegaskan pentingnya respons cepat dalam setiap kasus gigitan hewan di lingkungan masyarakat.
Dalam lima tahun terakhir, Satpol PP dan PMK Tarakan mencatat sekitar tujuh kali penanganan evakuasi hewan yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan bertanggung jawab dalam memelihara hewan di lingkungan permukiman. (sym)

