TANJUNG SELOR – Ratusan sopir truk dari Gabungan Sopir Bulungan (Gasbul) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (07/05/26), memprotes penghentian aktivitas tambang galian C di Kabupaten Bulungan. Mereka meminta pemerintah memberi solusi karena kebijakan tersebut berdampak pada penghasilan sopir dan pekerja lapangan.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menemui massa dan menyatakan pemerintah memberi kesempatan kepada pengusaha tambang tetap beroperasi sambil melengkapi perizinan hingga Desember 2026.
“Kita sudah berkomunikasi dengan para pengusaha tambang. Mereka berkomitmen menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan,” kata Zainal.
Ia menegaskan tidak ada perubahan aturan, namun pemerintah memberi ruang agar proses legalisasi berjalan tanpa menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Silakan bekerja sambil mengurus izin. Yang penting seluruh proses legalitas tetap diselesaikan,” ujarnya.
Perwakilan Gasbul, Jumadi, menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, para sopir hanya ingin tetap bekerja sambil menunggu proses legalitas tambang diselesaikan.
“Kami hanya ingin tetap bisa bekerja. Kalau aktivitas boleh berjalan sambil mengurus legalitas, itu yang kami harapkan sejak awal,” katanya. (rm)

