TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025 turun signifikan dari 0,496 pada 2024 menjadi 0,383 atau turun 0,113 poin.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto menyebut capaian tersebut menjadi penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir dan menunjukkan kondisi kesetaraan gender di Bulungan terus membaik.
“Penurunan sebesar 0,113 poin ini merupakan yang terbesar selama enam tahun terakhir,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Yuda menjelaskan, sejak 2020 hingga 2025 IKG Bulungan telah turun 0,074 poin. Perbaikan pada 2025 dipengaruhi membaiknya sejumlah indikator, terutama pada dimensi kesehatan reproduksi. Salah satunya, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan turun dari 0,084 menjadi 0,019.
Namun, indikator perempuan yang melahirkan anak pertama di usia kurang dari 20 tahun justru naik menjadi 0,326. “Kondisi ini tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan pernikahan dan kelahiran usia muda,” katanya.
Pada dimensi pemberdayaan, keterwakilan perempuan di legislatif Bulungan masih rendah, yakni 8 persen dibanding laki-laki 92 persen.
Meski begitu, sektor pendidikan dan tenaga kerja menunjukkan perkembangan positif. Persentase perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA naik menjadi 44,89 persen, sementara TPAK perempuan meningkat menjadi 57,08 persen.
Secara regional, Bulungan menjadi daerah dengan penurunan IKG terbesar ketiga di Kalimantan Utara setelah Nunukan dan Tana Tidung.
Yuda menegaskan capaian tersebut harus dijaga melalui penguatan akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang setara bagi perempuan dan laki-laki. (rm)

