KALTARABULUNGANHUKUM & KRIMINAL

Lima Bulan, Polda Kaltara Ungkap 58 Kasus Pencurian

TANJUNG SELOR – Upaya Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menekan angka kriminalitas membuahkan hasil. Dalam lima bulan pertama 2026, sebanyak 58 kasus pencurian berhasil diungkap, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan 46 tersangka diamankan.
Pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja Ditreskrimum Polda Kaltara bersama jajaran satuan reserse kriminal di seluruh wilayah hukum Kaltara. Polres Tarakan mencatat pengungkapan terbanyak dengan 21 kasus, disusul Polresta Bulungan 13 kasus, Polres Nunukan 10 kasus, Polres Malinau 8 kasus, Polres Tana Tidung 4 kasus, dan Ditreskrimum Polda Kaltara 2 kasus.

Dari total perkara yang ditangani, 24 kasus telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), 9 kasus dihentikan penyidikannya (SP3), dan 25 kasus masih dalam proses penyidikan.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan, pengungkapan puluhan kasus tersebut merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Kalimantan Utara. Kami akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” tegas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy pada acara rilis keberhasilan penegakan hukum (Gakkum) tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor (3C) yang digelar oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara, Selasa (2/6/2026).

Selain penindakan, Polda Kaltara juga memperkuat upaya pencegahan melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yang siaga 24 jam merespons laporan kejahatan jalanan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan, serta segera melaporkan tindak pidana melalui layanan Polri 110, kantor polisi terdekat, atau Bhabinkamtibmas.

“Melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang tegas, kami berkomitmen menjaga Kalimantan Utara tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kapolda. (rm)

Back to top button