KALTARABULUNGAN

Misteri Terjawab, Kantor Bupati Bulungan Terbakar karena Arus Pendek

TANJUNG SELOR – Misteri penyebab kebakaran yang melanda bangunan utama Kantor Bupati Bulungan akhirnya terjawab. Hasil penyelidikan Polresta Bulungan bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur memastikan insiden tersebut bukan akibat unsur kesengajaan, melainkan dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik yang terjadi pada instalasi di atas plafon bangunan.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto menjelaskan, hasil pemeriksaan teknis dan laboratoris menunjukkan sumber api berasal dari akumulasi panas akibat kebocoran arus listrik yang terjadi di bagian atas plafon.

“Penyebab kebakaran secara teknik kriminalistik berasal dari akumulasi panas akibat kebocoran arus listrik di atas plafon yang kemudian membakar material di sekitarnya,” ujar Rofikoh dalam konferensi pers, Kamis (25/6/2026).

Dalam proses penyelidikan, tim Labfor Polda Jawa Timur melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian. Sejumlah sampel berupa abu, arang sisa kebakaran, dan kabel instalasi listrik diamankan untuk diuji secara laboratorium.

Dari hasil pengujian tersebut, tidak ditemukan kandungan bahan bakar hidrokarbon maupun cairan yang mudah terbakar pada sampel abu dan arang. Sebaliknya, pada instalasi listrik ditemukan kabel dalam kondisi meleleh, terbakar parah, dan putus-putus yang menjadi indikasi kuat terjadinya kebocoran arus listrik sebelum kebakaran.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali mengetahui kejadian. Mereka masing-masing berinisial MNS dan OTM yang berstatus tenaga honorer, ZA seorang karyawan swasta, serta HP yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan analisis laboratorium, titik awal kebakaran diketahui berada di lantai dua bangunan utama Kantor Bupati Bulungan, tepatnya di bagian depan ruang operator.

“Penyidik berkesimpulan peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana, melainkan murni akibat arus pendek listrik yang menimbulkan percikan api dan kemudian merembet ke material yang mudah terbakar,” tegas Rofikoh.

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menyatakan pemerintah daerah sengaja menunggu hasil resmi penyelidikan sebelum mengambil langkah lebih lanjut terhadap bangunan yang terdampak kebakaran.

“Sampai hari ini pemerintah daerah memang belum melakukan langkah apa pun karena menghormati proses yang dilakukan pihak kepolisian,” katanya.

Setelah penyebab kebakaran resmi diumumkan, Pemkab Bulungan akan segera melakukan pendataan kerugian dan menyusun langkah pemulihan terhadap fasilitas yang terdampak.

Menurut Syarwani, kejadian tersebut menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem pengamanan gedung dan mitigasi kebakaran pada seluruh fasilitas pemerintahan.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat langkah-langkah pengamanan dan mitigasi terhadap potensi kebakaran di fasilitas pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (rm)

Back to top button