TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur produksi di Tanjung Selor, Kamis (25/6/2026). Pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi ribuan pelajar memenuhi standar gizi, higienis, aman dikonsumsi, serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Sidak dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kesehatan, dan sejumlah perangkat daerah terkait. Tim meninjau tiga dapur MBG yang berada di Jalan Mangga, Jalan Kedondong, dan Jalan Cendana.
Dalam kunjungan tersebut, tim memeriksa berbagai aspek operasional, mulai dari kondisi fasilitas dapur, alur pengolahan bahan baku, penerapan standar kebersihan, sistem sanitasi, hingga pengelolaan limbah hasil produksi makanan.
Risdianto menegaskan, sidak ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan Program MBG sekaligus memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, mulai dari pengolahan bahan baku, kebersihan dapur, hingga distribusi ke pelajar. Saya tekankan pula pengelolaan limbah agar program ini tak menimbulkan masalah lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, program yang menyasar ribuan pelajar di Bulungan tersebut harus dikelola secara profesional dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala.
“Mutu makanan adalah prioritas. Makanan anak-anak harus memenuhi kebutuhan gizi, higienis, aman dikonsumsi, dan diolah di lingkungan bersih. Ini harga mati,” tegasnya.
Selain meninjau area produksi, tim juga memeriksa gudang penyimpanan bahan makanan, kondisi peralatan memasak, hingga sistem pembuangan limbah. Dari hasil pemantauan, sejumlah catatan perbaikan disampaikan kepada pengelola dapur agar segera ditindaklanjuti.
Salah satu perhatian utama dalam sidak tersebut adalah pengelolaan limbah organik dan limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas produksi makanan dalam jumlah besar. Pemkab menilai aspek tersebut harus ditangani secara serius agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.
“Kami minta pengelolaan limbah sesuai ketentuan. Jangan sampai program mulia ini justru memunculkan persoalan baru bagi lingkungan. Kebersihan dapur dan kawasan sekitar wajib dijaga bersama,” kata Risdianto.
Senada dengan itu, Dinas Kesehatan Bulungan mengingatkan pentingnya penerapan higiene dan sanitasi pada setiap tahapan pengolahan makanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko kontaminasi yang dapat berdampak pada kesehatan para penerima manfaat.
Tak hanya aspek kebersihan, tim juga melakukan pengecekan terhadap komposisi menu yang disajikan. Pemerintah memastikan makanan yang diberikan memiliki kandungan gizi seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui pengawasan ini, Pemkab Bulungan berharap seluruh pengelola dapur MBG terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga standar operasional yang telah ditetapkan. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan siswa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulungan.
“Program ini bukan hanya memberi makan, tapi memastikan makanan terbaik untuk anak-anak. Pengawasan akan kami lanjutkan agar pelaksanaan sesuai harapan,” pungkas Risdianto. (rm)

