UMUMKALTARATARAKAN

Siring Longsor, Banjir Rendam Rumah Warga di Tarakan

TARAKAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan sejak dini hari, Jumat (3/7/2026), memicu longsor pada siring drainase di RT 14 Perumahan Griya Persemaian, Kelurahan Karang Harapan. Runtuhnya beton penahan drainase menutup aliran air hingga menyebabkan banjir masuk ke rumah warga, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya lima kejadian bencana akibat cuaca ekstrem di berbagai titik kota.

Bongkahan beton siring yang ambruk menghambat aliran drainase sehingga debit air hujan meluap ke kawasan permukiman. Warga yang masih terlelap pun dikejutkan oleh genangan air yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.

Salah seorang warga, Sudarti, mengaku terbangun sekitar pukul 02.30 Wita saat hujan masih mengguyur deras. Kecurigaannya muncul ketika melihat air di saluran depan rumah mulai meluap.

“Di sini sudah meluap airnya. Saya habis salat ke sini lagi, airnya langsung meluap-luap. Masuk ke dalam rumah, sampai teras juga tergenang,” ujarnya.

Menurutnya, air mulai memasuki rumah sekitar pukul 03.00 Wita dan baru berangsur surut sekitar satu jam kemudian. Rumah yang dihuni tiga orang itu kembali terdampak meski telah dipasangi palangan untuk mengurangi risiko banjir.

Sudarti mengatakan banjir sudah berulang kali terjadi selama hampir dua dekade dirinya tinggal di kawasan tersebut. “Sudah berkali-kali, banjir dalam rumah itu ada empat kali juga. Tahun sebelumnya juga pernah,” katanya.

Ia menilai kerusakan siring semakin parah karena derasnya arus air terus mengikis tanah di sekitar drainase. “Tadinya lubangnya kecil, semakin besar karena air terus mengikis tanah,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan. “Belum pernah ditinjau. Setelah kejadian yang di samping itu retak, baru ditinjau,” tambahnya.

Ketua RT 14 Karang Harapan, Saprudin, mengatakan pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan. Peninjauan telah dilakukan bersama unsur terkait, termasuk Bhabinkamtibmas, sebelum laporan diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum.

“Kami sudah lapor ke kelurahan. Tadi sekitar jam delapan sampai jam sembilan juga sudah ada yang datang meninjau,” ujarnya.

Sambil menunggu penanganan permanen, warga berinisiatif menyewa ekskavator untuk mengangkat bongkahan beton yang menutup drainase.
“Kami berinisiatif menyewa ekskavator karena bongkahan siring tidak mungkin dipindahkan manual. Kalau tidak diangkat, air bisa meluap lagi, apalagi kalau hujan turun malam ini,” jelasnya.

Secara keseluruhan,  BPBD Tarakan mencatat sedikitnya lima kejadian akibat hujan deras pada Jumat. Selain longsor di Karang Harapan, bencana juga meliputi pohon tumbang yang memutus kabel Telkom di RT 9 Gang Rahayu, longsor di Kampung Enam, Jalan Pulau Bunyu Kampung 1 RT 5 belakang Stadion Datu Adil, serta longsor di RT 21 Kelurahan Mamburungan.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan seluruh laporan yang berdampak langsung kepada masyarakat segera ditindaklanjuti.
“Kejadian pohon tumbang langsung kami tangani karena mengenai rumah warga. Untuk longsor, kami dibantu pihak kelurahan melakukan penanganan sementara,” katanya.

Ia memastikan hingga kini belum ada laporan kerusakan berat pada rumah warga akibat longsor. Namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi. “Masyarakat kami imbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, pohon tumbang, maupun genangan jika hujan deras kembali terjadi,” ungkapnya.

Hingga Jumat siang, proses penanganan di RT 14 Perumahan Griya Persemaian masih berlangsung guna memastikan aliran drainase kembali normal dan mengurangi risiko banjir susulan apabila hujan kembali mengguyur Tarakan. (rz)

Back to top button