KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Balap Liar Maut, Dua Remaja Tewas Adu Banteng

TARAKAN – Aksi ugal-ugalan yang diduga balap liar di Jalan Sungai Maya, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, berakhir maut. Dua pengendara sepeda motor tewas setelah Yamaha Aerox yang mereka kendarai bertabrakan dari arah berlawanan pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.

Kecelakaan melibatkan Yamaha Aerox kuning hitam yang dikendarai AF (16), seorang pelajar, dan Yamaha Aerox biru hitam yang dikendarai NSS (19). Keduanya merupakan warga Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan. Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya mengembuskan napas terakhir sekitar dua jam setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan kedua sepeda motor bertabrakan depan dengan depan di ruas jalan kolektor dua arah tanpa median.

AF diketahui melaju dari arah Sungai Maya menuju RS Bhayangkara dengan kecepatan tinggi, sementara NSS datang dari arah berlawanan hingga tabrakan tak dapat dihindari.

“Setelah kami datang ke lokasi, kejadiannya tabrakan depan dengan depan antara dua sepeda motor. Satu korban meninggal di tempat, sedangkan satu lagi sempat dibawa ke rumah sakit dan sekitar dua jam kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ardi, Senin (13/7/2026).

Akibat benturan keras, NSS mengalami luka berat di bagian kepala belakang serta patah pada kedua kaki dan meninggal di lokasi.

Sementara AF mengalami cedera kepala, patah gigi, luka lecet, dan patah tangan kiri sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Polisi menduga kuat kecelakaan tersebut berkaitan dengan aktivitas balap liar. Dugaan itu diperkuat dari keterangan sejumlah saksi yang menyebut kedua pengendara sebelumnya sedang beradu kecepatan.

“Informasi awal yang kami dapat, mereka balapan. Awalnya searah, kemudian salah satu sudah berputar untuk kembali lagi, lalu terjadi benturan depan dengan depan. Tempat kejadian itu memang dulu sering dipakai balapan,” jelas Ardi.

Penyelidikan juga mengungkap kedua korban tidak menggunakan helm sehingga diduga memperparah cedera di bagian kepala. Selain itu, sepeda motor yang digunakan telah dimodifikasi dan diketahui merupakan kendaraan pinjaman milik rekan mereka.

Saat ini Unit Gakkum Satlantas Polres Tarakan masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan olah TKP lanjutan. Dari pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan adanya unsur taruhan dalam dugaan balap liar tersebut.

Ardi mengimbau masyarakat segera melaporkan aktivitas balap liar melalui layanan darurat 110 dan meminta orang tua lebih aktif mengawasi anak-anak agar tidak terlibat aksi yang membahayakan keselamatan. (rz)

Back to top button