KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Keluarga, Kunci Sukses Pembinaan WBP, Lapas Tarakan Perkuat Dukungan Moral

TARAKAN –  Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan. Selain membentuk perubahan perilaku selama menjalani masa pidana, hubungan yang tetap terjaga dengan keluarga dinilai menjadi bekal utama saat warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri mengatakan, proses pemasyarakatan tidak berhenti ketika warga binaan selesai menjalani hukuman. Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mereka mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial serta diterima oleh keluarga dan masyarakat.

“Kalau pembinaan berjalan dengan baik, yang dilihat bukan hanya selama mereka berada di dalam lapas, tetapi juga bagaimana kesiapan mereka saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjaga hubungan tersebut, Lapas Tarakan tetap membuka layanan kunjungan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap pengunjung diwajibkan mengikuti prosedur mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi hingga pemeriksaan barang bawaan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

“Kunjungan tetap kami buka sesuai aturan yang berlaku. Ada proses pemeriksaan yang harus dilakukan karena keamanan tetap menjadi perhatian, tetapi hubungan warga binaan dengan keluarga juga perlu dijaga,” kata Jupri.

Ia menjelaskan, komunikasi yang terjalin dengan keluarga memberikan dukungan psikologis bagi WBP sehingga lebih termotivasi mengikuti berbagai program pembinaan. Dari hubungan tersebut, petugas juga dapat melihat sejauh mana dukungan sosial yang dimiliki warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Melalui komunikasi dengan keluarga juga terlihat bagaimana dukungan yang mereka dapatkan selama menjalani pembinaan. Hal seperti ini membantu warga binaan menjalani proses perubahan,” ungkapnya.

Selain pembinaan kepribadian dan kemandirian, Jupri menilai keberhasilan pemasyarakatan juga bergantung pada kesiapan keluarga dan masyarakat menerima kembali mantan warga binaan. Menurutnya, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi langkah awal agar mereka mampu beradaptasi dan menjalani kehidupan sosial secara normal setelah bebas.

“Proses pembinaan membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Lapas memiliki peran dalam membina, sementara keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam mendukung proses mereka kembali menjalani kehidupan sosial,” pungkasnya. (rz)

Back to top button