TANJUNG SELOR – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bulungan yang menantikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Kuota haji Kabupaten Bulungan pada musim haji 2027 dipastikan meningkat menjadi 98 jemaah, atau bertambah 34 orang dibanding kuota tahun 2026 yang hanya 64 jemaah. Meski demikian, masa tunggu keberangkatan bagi pendaftar baru masih diperkirakan mencapai sekitar 27 tahun.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Bulungan, H. Jamal mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu disampaikannya usai menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bulungan, Sabtu (18/7).
Menurut Jamal, IPHI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan untuk penyempurnaan pelayanan haji, mulai dari persiapan hingga kepulangan jemaah.
“Yang kami harapkan bukan hanya kegiatan silaturahmi setiap tahun, tetapi juga lahir berbagai program dan rekomendasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek masih perlu menjadi perhatian bersama, seperti pelayanan transportasi, fasilitas pemondokan, pembinaan manasik, hingga kesiapan kesehatan calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Menurutnya, peningkatan pelayanan memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, IPHI, serta seluruh elemen masyarakat. “Kami ingin seluruh calon jemaah asal Bulungan dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, nyaman, dan kembali ke daerah sebagai haji yang mabrur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bulungan, Abdul Gafar, S.Ag, membenarkan adanya penambahan kuota haji menjadi 98 jemaah pada musim haji 2027. “Kuota yang sudah kami terima untuk Kabupaten Bulungan sebanyak 98 jemaah. Tahun sebelumnya hanya 64 jemaah, sehingga ada penambahan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Meski kuota bertambah, Abdul Gafar mengingatkan waktu tunggu keberangkatan masih relatif panjang karena bergantung pada kuota nasional yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. “Bagi masyarakat yang mendaftar sekarang, estimasi keberangkatannya sekitar 27 tahun lagi. Namun apabila Arab Saudi kembali meningkatkan kuota haji, maka masa tunggu itu tentu bisa lebih singkat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak jauh hari. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar serta meminimalkan risiko sakit maupun meninggal dunia selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh calon jemaah benar-benar menjaga kesehatannya sejak jauh hari agar mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik,” pungkasnya. (rm)