KALTARABULUNGAN

Seluruh Kepala Desa di Bulungan Wajib Ikut Retreat, Ini Tujuan Pemkab

TANJUNG SELOR – Seluruh kepala desa di Kabupaten Bulungan diwajibkan mengikuti retreat yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan pada 19–23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat kapasitas aparatur desa.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, retreat tersebut merupakan bagian dari pembinaan bagi para kepala desa agar memiliki pemahaman yang sama terhadap berbagai program prioritas pemerintah. Dengan penyamaan persepsi tersebut, pelaksanaan pembangunan di tingkat desa diharapkan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.

“Melalui retreat ini kami ingin menyinkronkan seluruh program pembangunan agar pelaksanaannya di tingkat desa berjalan searah dengan kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujar Syarwani, Sabtu (18/7/2026).

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan menerima pembekalan dari berbagai instansi, di antaranya Kodim 0903/Bulungan, Polresta Bulungan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan Negeri Bulungan, serta Inspektorat Kabupaten Bulungan.

Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, pengawasan, hingga pengelolaan dana desa sesuai ketentuan perundang-undangan.

Menurut Syarwani, keterlibatan berbagai lembaga tersebut bertujuan membekali kepala desa dengan pemahaman yang komprehensif agar mampu menjalankan pemerintahan desa secara transparan, akuntabel, dan terhindar dari penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga melibatkan sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO) untuk memberikan materi mengenai pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperluas wawasan kepala desa dalam merancang program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran berbagai narasumber diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas kepada para kepala desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” kata Syarwani.

Ia menegaskan, keikutsertaan seluruh kepala desa dalam retreat bersifat wajib. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah guna mewujudkan pembangunan desa yang efektif, akuntabel, dan selaras dengan arah kebijakan nasional.

“Saya meminta seluruh kepala desa hadir mengikuti retreat ini. Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta memastikan pembangunan desa di Kabupaten Bulungan berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (rm)

Back to top button