KALTARABULUNGAN

Pemkab-BPOM Perkuat Sistem Keamanan Pangan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat komitmen mewujudkan keamanan pangan melalui kolaborasi bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang aman, bergizi, bermutu, dan layak konsumsi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bulungan Syarwani saat menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin tidak hanya ketersediaannya, tetapi juga keamanan dan kualitasnya.

“Keamanan pangan memiliki peran penting, bukan hanya dalam menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas SDM, produktivitas, hingga daya saing daerah,” ujar Syarwani.

Ia menjelaskan, konsumsi pangan yang aman akan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat sehingga mampu beraktivitas secara produktif. Sebaliknya, pangan yang tidak memenuhi standar keamanan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

Karena itu, Pemkab Bulungan terus mendorong pelaksanaan Program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta pembudayaan keamanan pangan di sekolah.

Menurutnya, budaya keamanan pangan harus dibangun sejak dini, dimulai dari keluarga, sekolah, desa hingga pasar agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Syarwani menegaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi bukan hanya untuk mengukur capaian program, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus menyusun langkah perbaikan agar program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPOM, dunia pendidikan, pemerintah desa, pengelola pasar, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Keamanan pangan tidak cukup hanya melalui pengawasan pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam memilih, mengolah, menyimpan, dan mengonsumsi pangan secara aman menjadi faktor yang sangat menentukan,” tegasnya.

Bupati turut mengingatkan para pelaku usaha pangan agar menjaga kualitas produk, menggunakan bahan baku yang aman, menerapkan proses produksi yang higienis, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, sekolah diharapkan menjadikan edukasi keamanan pangan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik, sedangkan pemerintah desa dan pengelola pasar diminta meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar.

Pemkab Bulungan, lanjut Syarwani, akan terus mendukung berbagai program peningkatan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Ia optimistis kolaborasi dengan BPOM dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperkuat implementasi program keamanan pangan di Kabupaten Bulungan. (rm)

Back to top button