Belasan Tahun Vakum, Gerak Jalan di Tarakan Kembali Digelar
TARAKAN — Setelah sekitar 17 tahun menghilang dari agenda Pemkot Tarakan, lomba gerak jalan yang selalu ramai penggemar akhirnya kembali digelar pada Minggu (23/8/2026). Sebanyak 90 regu dengan total sekitar 1.980 peserta turun ke jalan mengikuti perlombaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.
Sekretaris Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Tarakan, Wilson Simon mengatakan, peserta berasal dari empat kategori, yakni SD, SMP, SMA dan umum. Kategori SD menjadi peserta terbanyak dengan 46 regu. Sementara SMP 19 regu, SMA 11 regu dan umum sebanyak 14 regu.
“Untuk tingkat SD ada 46 regu, SMP 19 regu, SMA ada 11 regu, kemudian umum 14 regu. Setiap regu pesertanya 22 orang, sehingga kalau diakumulasi kurang lebih 1.980 orang,” papar Wilson.
Menurut Wilson, dengan kembalinya lomba gerak jalan ini, akan menjadi salah satu upaya Pemkot Tarakan menghidupkan kembali kegiatan perayaan kemerdekaan yang sempat lama tidak digelar. “Kalau untuk yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tarakan, terakhir itu tahun 2009 kalau tidak salah. Jadi memang sudah cukup lama sekali,” ujarnya.
Ia juga menyebut pelaksanaan kembali lomba gerak jalan merupakan bagian dari arahan Wali Kota Tarakan dr Khairul MKes untuk menghidupkan kegiatan yang memiliki kaitan erat dengan semangat peringatan kemerdekaan.
“Salah satu lomba yang sudah hilang cukup lama yaitu lomba gerak jalan. Jadi kegiatan ini kita hidupkan kembali dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Berbeda dengan sekadar kegiatan jalan bersama, peserta lomba harus melewati sejumlah titik penilaian dengan gerakan yang telah ditentukan. Panitia menyiapkan empat pos penilaian. Pos 1 digunakan untuk menilai variasi formasi, sedangkan Pos 2 dan Pos 3 menilai gerakan peserta sambil berjalan. Adapun Pos 4 menjadi lokasi penilaian yel-yel masing-masing regu.
“Di pos dua dan pos tiga ada gerakan yang sudah ditentukan, tapi sambil berjalan. Contohnya langkah tegap, hormat kanan, buka barisan, langkah perlahan dan langkah lari. Peserta tidak berhenti seperti di pos satu dan pos empat,” jelas Wilson.
Penilaian mencakup ketepatan gerakan, kerapian, semangat hingga kreativitas peserta. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia melibatkan unsur TNI-Polri, Kodim, Polres Tarakan, Satrad serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tarakan.
Antusiasme peserta juga diperebutkan dengan total hadiah Rp28 juta beserta trofi. Setiap kategori memperebutkan juara 1, 2, 3 dan juara favorit. Dengan empat kategori perlombaan, terdapat 16 gelar juara yang diperebutkan.
“Ke depan kita harapkan kegiatan lomba gerak jalan ini akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Tarakan. Tentu ke depan kita terus mengevaluasi, baik dari panitia maupun peserta, supaya kegiatannya bisa berjalan lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya,” tutup Wilson. (rz)

