Kabut Asap Dinilai Berbahaya, BPBD Nunukan Imbau Masyarakat Pakai Masker
NUNUKAN – Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan harus mengeluarkan maklumat penting agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Pasalnya, dari sejumlah data disebutkan bahwa langit di daratan hingga perairan di Kabupaten Nunukan mulai diselimuti kabut asap.
Bahkan, jarak pandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan terpantau masih dalam jangkauan kurang dari 100 meter. Kondisi ini diduga merupakan dampak asap kiriman dari Karhutla yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan.
“Sekalipun terpaksa aktivitas keluar, diimbau untuk tetap menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi risiko terhirup langsung dan mengiritasi mata, terutama bagi kelompok rentan serta yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” ungkap Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan H. Asmar melalui imbauan resmi BPBD Nunukan, Minggu (30/8/2026).
Kabut asap kiriman tersebut tidak hanya terpantau di wilayah daratan, tetapi juga menyelimuti kawasan perairan Nunukan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi nelayan yang tetap beraktivitas di laut. Pasalnya, jarak pandang dilaporkan cukup terbatas sehingga nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di perairan.
BPBD Nunukan mengonfirmasi, kabut asap yang menyelimuti wilayah Nunukan diduga merupakan asap kiriman akibat Karhutla. “Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang membawa asap menuju wilayah Nunukan,” katanya. (ryn)

