KALTARABULUNGAN

Bocah 5 Tahun Tenggelam Depan Dermaga PMKT, Tim SAR Sisir Perairan Teluk Selimau

TANJUNG SELOR – Tangis dan kecemasan menyelimuti keluarga Zaenab, bocah perempuan berusia lima tahun, setelah dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di perairan depan Dermaga PMKT, kawasan Sungai Teluk Selimau, Kabupaten Bulungan, Rabu (2/9/2026) dini hari.
Hingga siang kemarin, tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir perairan untuk menemukan keberadaan korban.

Informasi kejadian tersebut diterima Unit Siaga SAR Bulungan sekitar pukul 10.15 WITA. Petugas langsung melakukan koordinasi dan menyiapkan operasi pencarian. Lokasi kejadian berada di perairan depan Dermaga PMKT, dengan titik koordinat 2°51’25.11”N dan 117°25’14.18”E.

Ayah korban, Subair (51), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pelabuhan, turut terjun dalam pencarian. Dia mengaku masih sempat melihat putrinya bermain pada malam sebelum kejadian.

“Saya itu bangun jam 02.00 malam, masih belum tidur dia bermain saja. Begitu semua tidur, tidak tahunya saya lihat bangun subuh jendela sudah terbuka. Kami mencari ke sana kemari anak saya nomor lima ini,” ujar Subair, Rabu (2/9/2026).

Dugaan korban tercebur ke perairan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah barang milik Zaenab di sekitar lokasi. Salah satunya telepon seluler (HP) yang kemudian dipastikan milik korban.

Saksi di lokasi, Riyanto (52), mengatakan, barang tersebut ditemukan setelah informasi mengenai hilangnya korban beredar. “Awalnya anak tersebut diinfokan hilang. Setelah ditemukan barang bukti berupa ponsel (HP) milik korban, saya langsung pergi ke rumah korban untuk memastikannya. Ternyata benar, barang bukti tersebut milik sang anak,” ungkapnya.

Koordinator Unit Siaga SAR Bulungan Adi mengatakan, laporan resmi diterima sekitar pukul 10.15 WITA. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menggelar briefing dan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.

“Proses pencarian saat ini melibatkan seluruh unsur tim SAR gabungan yang bekerja sama dengan Kepolisian Perairan dan Udara serta warga setempat,” terang Adi.

Penyisiran dilakukan secara intensif dengan memperluas area pencarian hingga radius 1–2 nautical mile dari lokasi kejadian. Tim menggunakan metode penyisiran paralel untuk menyisir permukaan perairan. Warga setempat juga ikut membantu pencarian menggunakan peralatan sederhana, termasuk rotan.

Sebanyak lima personel Basarnas disiagakan dalam operasi tersebut, dengan dukungan tim SAR gabungan dan masyarakat sekitar. Kondisi perairan Sungai Teluk Selimau yang relatif tenang dan teduh menjadi salah satu faktor pendukung proses pencarian. Arus pasang surut juga dilaporkan masih dalam kondisi normal.

Penyisiran sempat dihentikan sementara untuk istirahat siang. Namun, operasi kembali dilanjutkan secara intensif. Tim SAR gabungan bersama keluarga korban terus berharap Zaenab segera ditemukan. (rk)

Back to top button