Perkuat Pengamanan Perbatasan, Divhubinter Polri Beri Technical Support ke Polres Tarakan
TARAKAN – Posisi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi perhatian Kepolisian dalam mengantisipasi kejahatan lintas negara. Untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut, Tim Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri memberikan technical support atau dukungan teknis kepada Polres Tarakan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Tarakan itu merupakan bagian dari penguatan pelaksanaan Border Transnational Crime Liaison Officer (BTNCL) atau Petugas Penghubung Kejahatan Transnasional Perbatasan
di wilayah hukum Polda Kaltara dan Polres Tarakan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kombes Pol Ricky Hadianto, S.H., S.I.K., M.H., KBP Fibri Karpriananto, S.H., S.I.K., M.Han., Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., Wakapolres Tarakan Kompol Bobi, S.I.K., para Kasat, Kapolsek KSKP Polres Tarakan, personel Divhubinter Polri serta personel Polres Tarakan yang terlibat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Divhubinter Polri memberikan paparan mengenai tugas dan fungsi International Border Section (Bagbatanas) Set NCB Interpol Indonesia. Materi juga mencakup mekanisme koordinasi, dukungan teknis, pertukaran informasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi tindak pidana yang memiliki keterkaitan lintas negara.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan, penguatan koordinasi menjadi penting mengingat karakteristik wilayah Kalimantan Utara yang memiliki jalur perbatasan sekaligus mobilitas masyarakat dan barang yang cukup tinggi.
“Pertukaran informasi dan koordinasi menjadi hal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian, khususnya dalam mengantisipasi kejahatan yang memiliki dimensi lintas negara,” ujar Bonifasius.
Menurutnya, penanganan kejahatan lintas negara tidak hanya membutuhkan kemampuan di tingkat wilayah, tetapi juga dukungan dan koordinasi dengan unsur yang memiliki kewenangan dalam hubungan kepolisian internasional.
Karena itu, keberadaan Border Transnational Crime Liaison Officer diharapkan dapat memperkuat komunikasi ketika ditemukan perkara atau informasi yang berkaitan dengan jaringan kejahatan lintas negara.
“Dengan adanya kegiatan ini, personel diharapkan semakin memahami mekanisme koordinasi dan dukungan teknis dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan kejahatan lintas negara,” katanya.
Kalimantan Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi tersebut membuat wilayah ini memiliki tantangan tersendiri dalam aspek keamanan, termasuk potensi penyelundupan, perdagangan orang, peredaran narkotika maupun bentuk kejahatan lain yang melibatkan jaringan lintas batas.
Dalam konteks tersebut, sinergitas antara Divhubinter Polri, Polda Kaltara dan Polres Tarakan dinilai diperlukan untuk memperkuat deteksi dini serta mempercepat pertukaran informasi apabila terdapat indikasi kejahatan transnasional.
Technical support tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman personel mengenai pola koordinasi dalam menghadapi perkara yang memiliki keterkaitan dengan negara lain.
Dengan penguatan tersebut, Kepolisian diharapkan mampu memberikan respons lebih cepat dan terukur terhadap berbagai potensi ancaman keamanan yang memanfaatkan jalur perbatasan. (rz)

