TARAKAN – Ancaman kekeringan di Tarakan belum menjadi krisis, tetapi pemerintah kota mulai menyiapkan skenario terburuk. Jika warga mulai kesulitan mendapatkan air, Pemkot Tarakan menjanjikan suplai air bersih secara gratis.
Kesiapan itu dilakukan setelah BMKG memprakirakan fenomena El Nino masih bertahan hingga awal 2027. Di tengah kondisi tersebut, puncak hujan di Tarakan diperkirakan baru terjadi pada November hingga Desember 2026.
Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul meminta kondisi warga dipantau sejak dini. Pemerintah tidak ingin persoalan kekurangan air baru ditangani setelah dampaknya meluas.
“Begitu ada warga yang kesulitan air, segera laporkan dari RT. Jangan menunggu kondisinya semakin parah. Setelah laporan masuk, kita bisa menentukan lokasi yang perlu disuplai dan airnya kita berikan secara gratis,” ujar Khairul usai rapat koordinasi di ruang rapat Wali Kota Tarakan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Khairul, laporan dari tingkat RT menjadi penting untuk mengetahui wilayah yang mulai terdampak. Namun, ia menegaskan camat dan lurah tidak boleh hanya menunggu laporan masyarakat.
Keduanya diminta aktif memantau kondisi lapangan dan memperbarui data warga yang mengalami kekurangan air.
“Camat dan lurah harus aktif turun melihat kondisi wilayahnya. Data warga yang kekurangan air harus jelas, begitu juga apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan. Jangan sampai informasi terlambat diterima pemerintah kota,” katanya.
Ancaman yang diantisipasi juga tidak berhenti pada persoalan air bersih. Pemkot meminta perangkat wilayah memantau kemungkinan dampak kekeringan terhadap kesehatan, kebutuhan pangan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Distribusi air akan dikoordinasikan bersama Forkopimda berdasarkan laporan dan kondisi masing-masing wilayah. Pendataan menjadi dasar agar bantuan dapat segera diarahkan kepada warga yang membutuhkan.
Paparan BMKG dalam rakor menyebut kondisi hari tanpa hujan di Kalimantan Utara saat ini berada pada kategori sangat pendek hingga masih terdapat hujan. Meski demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat bersiap menghadapi periode kering.
Khairul mengimbau, warga menghemat penggunaan air dan segera melapor melalui RT jika mulai mengalami kesulitan.
“Kita minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Gunakan air sesuai kebutuhan dan segera sampaikan kepada RT apabila mengalami kesulitan. Dengan laporan yang cepat, pemerintah bisa segera menentukan langkah yang diperlukan,” ucapnya.
Dengan El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027, Pemkot Tarakan kini mengandalkan pemantauan wilayah untuk memastikan persoalan air, pangan dan kesehatan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Penanganan kekeringan mencakup kebutuhan air, kesehatan, pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah di wilayah harus aktif memantau kondisi warga, sementara masyarakat segera menyampaikan apabila menghadapi kesulitan,” pungkas Khairul. (rz)

