KALTARANUNUKAN

Dari Balik Lapas, 10 Hektare Lahan Dikembangkan Jadi Ruang Produktif

NUNUKAN – Lahan seluas sekitar 10 hektare di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mulai menunjukkan fungsi baru. Tak lagi hanya menjadi bagian dari kawasan pembinaan warga binaan, lahan tersebut dikembangkan menjadi ruang produktif yang memadukan perikanan, akuakultur, peternakan, edukasi hingga rekreasi masyarakat.

Kawasan yang dikelola melalui Sarana Edukasi Asimilasi Lapas Nunukan (SEA Lanuka) itu menjadi perhatian Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) saat dikunjungi Kepala Balai TNKM Seno Pramudito, Kamis (17/9/2026).

Seno melihat langsung aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Menurut dia, SEA Lanuka menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal tetap memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan bernilai ekonomi, edukasi, dan wisata.

“Di sini kita bisa belajar banyak, lahan yang sebelumnya mungkin tidak terlalu produktif, sekarang bisa menjadi produktif dan bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar,” kata Seno.

Menurutnya, pengembangan kawasan tidak selalu harus dimulai dari kondisi yang sudah ideal. Potensi yang tersedia dapat menjadi modal awal untuk dikembangkan secara bertahap sesuai karakteristik kawasan.

“Ini juga menjadi panduan bagi kami dalam mengimplementasikan pemanfaatan lahan untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai wisata dan edukasi. Kadang kita melihat suatu kawasan tidak berpotensi, tetapi ternyata masih bisa berkembang menjadi potensi,” ujarnya.

Pengalaman SEA Lanuka, lanjut Seno, dapat menjadi gambaran bagi pengelola kawasan lain dalam mengoptimalkan potensi lahan tanpa harus mengabaikan karakteristik lingkungan yang dimiliki.

Bagi Lapas Nunukan, pengembangan kawasan tersebut tetap berangkat dari fungsi utamanya sebagai sarana pembinaan warga binaan. Namun, pemanfaatannya kini diperluas sehingga dapat mendukung kegiatan edukasi, sosialisasi hingga wisata masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan mengatakan, sejumlah aktivitas produktif telah dikembangkan, mulai dari perikanan, akuakultur hingga peternakan.

“Lahan ini digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi, baik untuk kegiatan pembinaan warga binaan maupun kegiatan wisata masyarakat,” ujar Donny.

Potensi SEA Lanuka tidak hanya terletak pada aktivitas produktif. Lokasinya juga menawarkan panorama laut dan wilayah kepulauan di sekitar Nunukan hingga Sebatik. Pemandangan tersebut menjadi salah satu modal untuk mengembangkan kawasan sebagai ruang edukasi sekaligus rekreasi.

Namun, pengembangan 10 hektare kawasan tersebut tidak dilakukan sekaligus. Lapas memilih mengoptimalkannya secara bertahap dengan menyesuaikan potensi yang tersedia.

“Kita secara bertahap terus mengoptimalkan kawasan tersebut agar berbagai potensi yang dimiliki dapat berkembang,” kata Donny.

Pengembangan itu diarahkan untuk memperkuat pembinaan warga binaan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat memperoleh pengalaman edukatif dan rekreatif.

Dengan konsep tersebut, SEA Lanuka perlahan mengubah wajah lahan di lingkungan Lapas Nunukan. Dari kawasan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, lahan tersebut kini diarahkan menjadi ruang produktif yang memiliki manfaat lebih luas, tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. (ryn)

Back to top button