KALTARAOLAHRAGATARAKAN

Tarakan Open GP 2026 Usai, Khairul Soroti Jam Terbang Pembalap

TARAKAN – Dua hari mesin meraung di lintasan, tanpa satu pun kecelakaan. Tarakan Open Grand Prix 2026 selesai, tetapi tantangan pembalap daerah justru belum berakhir: menambah jam terbang dan menembus persaingan di luar Tarakan.

Kejuaraan yang berlangsung pada 19–20 September itu ditutup setelah seluruh kelas perlombaan diselesaikan. Tidak ada kecelakaan selama kompetisi.

Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul menyebut, keselamatan sebagai hal utama dalam penyelenggaraan balapan. Ia mengapresiasi panitia, Ikatan Motor Indonesia (IMI), pembalap, peserta, serta penonton yang ikut menjaga kompetisi tetap berjalan tertib.

Alhamdulillah, selama dua hari kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kecelakaan. Ini yang paling penting,” kata Khairul.

Namun, bagi Khairul, ukuran keberhasilan kompetisi tidak berhenti pada balapan yang berlangsung aman. Lintasan juga harus menjadi tempat pembalap menguji kemampuan dan mengumpulkan pengalaman.

Latihan saja, kata dia, tidak cukup. Pembalap perlu berhadapan langsung dengan lawan untuk mengetahui kemampuan mereka dalam situasi kompetisi.

“Pembalap tidak cukup hanya berlatih. Mereka juga perlu mengikuti kompetisi supaya tahu kemampuan mereka ketika berhadapan dengan pembalap lain,” ujarnya.

Persoalan jam terbang menjadi perhatian. Khairul mendorong agar kompetisi serupa terus digelar sehingga pembalap daerah memiliki lebih banyak kesempatan bertanding.

“Kalau kompetisi terus ada, pembalap punya kesempatan untuk menambah jam terbang. Kita ingin mereka punya pengalaman yang cukup sehingga bisa mengikuti kejuaraan di luar Tarakan dan membawa nama daerah,” katanya.

Bagi pembalap muda Tarakan, kompetisi menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus tampil di hadapan masyarakat. Pemerintah kota berharap rangkaian kejuaraan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berlanjut menjadi bagian dari pembinaan olahraga otomotif.

Khairul berharap, Tarakan Open Grand Prix kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya. Keselamatan tetap menjadi syarat, sementara peningkatan kualitas pembalap menjadi tujuan yang lebih panjang.

“Ajang seperti ini perlu terus diberi ruang karena pembalap membutuhkan kompetisi untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman. Kita berharap dari kegiatan ini ada pembalap Tarakan yang berkembang dan bisa bersaing di tingkat nasional,” ujarnya. (rz)

Back to top button