UMUMEKONOMIKALTARANUNUKAN

Kapal Enggan Masuk, Pasokan Semen Nunukan Mulai Seret

NUNUKAN – Harga semen di Nunukan mulai naik ketika pasokannya justru mulai sulit dipastikan. Ongkos angkutan laut meningkat, sementara sejumlah pemilik kapal disebut enggan mengirim semen ke Nunukan karena proses bongkar muat yang dapat memakan waktu hingga sepekan.

Pemilik Toko Sinar Agung, Sundi Sendra mengatakan, tarif kapal pengangkut muatan curah atau kargo kini mencapai sekitar Rp480 ribu per ton. Sebelumnya, tarif angkutan masih berada di kisaran Rp380 ribu per ton.

Kenaikan biaya angkutan tersebut kemudian ikut mendorong harga semen di tingkat toko. Harga semen berdasarkan tonase yang sebelumnya sekitar Rp82 ribu kini menjadi sekitar Rp85 ribu.
“Kami belum bisa memastikan bagaimana harga dalam dua minggu ke depan. Melihat kenaikan biaya BBM dan tarif angkutan, kemungkinan masih bisa terjadi kenaikan,” ujar Sundi, Rabu (23/9/2026).

Persoalan yang lebih besar kini berada pada kepastian pasokan. Stok semen di toko masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan sekitar sepekan. Namun, ketersediaan untuk dua pekan berikutnya belum dapat dipastikan.

Pesanan semen bahkan telah dilakukan sekitar dua pekan lalu, tetapi jadwal pengiriman belum jelas.

“Kami sudah memesan sekitar dua minggu lalu, namun kita masih belum mendapatkan kepastian kapan barang tersebut dapat dikirim,” katanya.

Terbatasnya kapal yang bersedia mengangkut semen menjadi salah satu penyebab. Sejumlah pemilik kapal disebut enggan bersandar di Pelabuhan Nunukan karena waktu bongkar muat yang dinilai terlalu lama.

“Tidak semua kapal itu mau untuk masuk Nunukan. Jarak tempuh yang jauh dan juga bongkaran di pelabuhan kita ini lama, kebanyakan paling cepat satu minggu baru selesai. Jadinya, pemilik kapal banyak yang enggan untuk mengirim ke Nunukan,” ujarnya.

Lamanya kapal berada di pelabuhan membuat biaya operasional ikut membengkak. Selain jarak pelayaran yang jauh, konsumsi bahan bakar juga menjadi pertimbangan pemilik kapal.

Kondisi tersebut diperparah kenaikan harga solar hitam yang digunakan untuk operasional kapal. Ketersediaannya juga disebut semakin sulit diperoleh.

Rantai distribusi yang terganggu akhirnya ikut menekan harga semen di Nunukan. Jika keterbatasan kapal berlangsung sementara biaya angkutan terus meningkat, harga di tingkat konsumen berpotensi kembali berubah.

Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat yang membutuhkan semen untuk pembangunan rumah. Pelaku usaha konstruksi juga ikut menghadapi ketidakpastian pasokan, terutama pekerjaan yang membutuhkan semen dalam jumlah besar.

Sejumlah kontraktor di Nunukan menyebut semen merek Tonasa banyak digunakan untuk pekerjaan pengecoran karena dinilai sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

Dengan stok toko yang disebut hanya mencukupi sekitar satu pekan dan pesanan yang belum memiliki kepastian jadwal pengiriman, kondisi distribusi semen menjadi perhatian.

Persoalannya kini bukan hanya berapa harga semen, tetapi apakah pasokan berikutnya dapat tiba tepat waktu di Nunukan. (ryn)

Back to top button