KALTARAPOLITIKTARAKAN

Doa Bersama di Akhir Tahun, Ibnu Saud Tekankan Stabilitas Kota Terus Terjaga

TARAKAN – Menutup rangkaian aktivitas politik sepanjang 2025, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tarakan memilih menggelar refleksi spiritual sebagai pesan utama menuju tahun politik berikutnya. Melalui doa bersama yang melibatkan anak yatim piatu dan warga sekitar, Gerindra Tarakan menegaskan komitmennya menjaga integritas kader serta stabilitas daerah perbatasan.

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltara, Ibnu Saud pun menekankan pentingnya integritas bagi kader partai berlambang kepala garuda tersebut. Ia pun berharap di tahun mendatang tidak ada kader Gerindra yang terseret persoalan hukum.

“Mudah-mudahan kader Gerindra semuanya diselamatkan Tuhan, jangan ada yang terlibat korupsi atau kolusi. Partai ini harus terus kokoh untuk menyangga pemerintahan Bapak Prabowo Subianto,” tegas Ibnu Saud di hadapan seluruh kader Partai Gerindra yang hadir di Sekretariat DPC Partai Gerindra Tarakan di Kelurahan Kampung Satu, Rabu (31/12/25).

Ibnu Saud juga menyoroti posisi strategis Kota Tarakan sebagai salah satu kota perbatasan penting di Indonesia selain Batam. Menurutnya, Tarakan menjadi barometer utama ekonomi dan keamanan Kalimantan Utara. Ia menilai, apabila situasi Tarakan tidak kondusif, maka iklim investasi dan stabilitas wilayah lain di Kaltara akan ikut terdampak.

“Mari kita pastikan negara kita ini negara hukum. Jika ada persoalan, serahkan pada hukum agar kita bisa saling menghormati dan merasa aman. Persatuan di masyarakat harus tetap sempurna,” tambahnya.

Terkait target politik ke depan, Ibnu Saud menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kelurahan dan desa, termasuk wilayah pelosok perbatasan. Arahan tersebut juga diamini Ketua DPC Partai Gerindra Tarakan, Muhammad Yunus. Pria yang juga Ketua DPRD Kota Tarakan tersebut menyatakan, pada 2026 nanti pihaknya akan fokus memperkuat sinergi organisasi dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ranting, hingga Anak Ranting atau tingkat RT.

“Tarakan ini wilayahnya tidak sulit untuk membentuk ranting. Target kami di 2026, struktur organisasi akan semakin kuat dan bersinergi hingga ke tingkat bawah,” ujar Yunus.

Berbeda dari perayaan pergantian tahun yang identik dengan euforia, Yunus menjelaskan, partainya secara khusus memilih kegiatan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap musibah yang menimpa masyarakat di sejumlah daerah, seperti Aceh dan Sumatera Barat.

“Kegiatan ini rutin tiap tahun, namun kali ini kita tidak menggelar acara yang berlebihan. Kita fokus berdoa supaya Tarakan dijauhkan dari musibah, diberi keselamatan, dan masyarakatnya semakin sejahtera di tahun 2026,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, dilanjutkan ranah tamah bersama warga yang hadir, menandai penutup tahun 2025 dengan pesan kebersamaan dan kepedulian sosial. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button