TARAKAN – Tiket kapal PT PELNI untuk rute Makassar–Tarakan dilaporkan habis di sistem sejak dua pekan terakhir dan diprediksi masih akan penuh hingga dua minggu ke depan.
Lonjakan permintaan ini terjadi di tengah terbatasnya armada yang melayani rute tersebut.
Kepala Kantor PT PELNI Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengakui kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah kapal yang beroperasi menuju Tarakan.
“Transportasi yang ada, khususnya kapal, memang terbatas. Selama ini yang melayani rute ke Tarakan dari dan menuju Tarakan hanya KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu, sehingga pasti berdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, secara sistem penjualan tiket, kuota kursi (seat) memang sudah habis karena mengikuti kapasitas kapal yang tersedia.
“Kalau di sistem memang sudah habis, karena itu sesuai dengan kapasitas existing kapal. Tapi biasanya ada tambahan, yaitu non-seat,” jelasnya.
Menurut Ferdy, tiket non-seat menjadi solusi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, meski tidak ditampilkan dalam sistem penjualan online.
“Untuk mendapatkan non-seat itu memang harus ke kantor cabang, karena tidak bisa dipublikasikan secara umum. Penambahannya juga menyesuaikan kapasitas yang masih tersedia di atas kapal,” tambahnya.
Meski tiket reguler telah habis, ia memastikan calon penumpang dari Tarakan masih bisa terlayani melalui skema tersebut.
“Kalau di Tarakan sendiri sejauh ini masih terlayani. Memang untuk seat sudah penuh, tapi masih ada permintaan dari calon penumpang yang ingin berangkat sesuai jadwal, dan itu kami bantu dengan penambahan non-seat,” katanya.
Ferdy menegaskan, kondisi serupa terjadi di seluruh rute yang dilayani PELNI.
“Iya, semua rute seperti itu,” pungkasnya.
Situasi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kapal laut, terutama pada periode padat.
Calon penumpang diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau langsung mendatangi kantor cabang PELNI terdekat guna memperoleh alternatif keberangkatan. (rz)
Tiket Kapal PELNI Makassar–Tarakan Ludes di Sistem, Penumpang Masih Bisa Berangkat Lewat Skema Non-Seat
TARAKAN – Tiket kapal PT PELNI untuk rute Makassar–Tarakan dilaporkan habis di sistem sejak dua pekan terakhir dan diprediksi masih akan penuh hingga dua minggu ke depan. Lonjakan permintaan ini terjadi di tengah terbatasnya armada yang melayani rute tersebut.
Kepala Kantor PT PELNI Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengakui kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah kapal yang beroperasi menuju Tarakan.
“Transportasi yang ada, khususnya kapal, memang terbatas. Selama ini yang melayani rute ke Tarakan dari dan menuju Tarakan hanya KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu, sehingga pasti berdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, secara sistem penjualan tiket, kuota kursi (seat) memang sudah habis karena mengikuti kapasitas kapal yang tersedia.
“Kalau di sistem memang sudah habis, karena itu sesuai dengan kapasitas existing kapal. Tapi biasanya ada tambahan, yaitu non-seat,” jelasnya.
Menurut Ferdy, tiket non-seat menjadi solusi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, meski tidak ditampilkan dalam sistem penjualan online.
“Untuk mendapatkan non-seat itu memang harus ke kantor cabang, karena tidak bisa dipublikasikan secara umum. Penambahannya juga menyesuaikan kapasitas yang masih tersedia di atas kapal,” tambahnya.
Meski tiket reguler telah habis, ia memastikan calon penumpang dari Tarakan masih bisa terlayani melalui skema tersebut.
“Kalau di Tarakan sendiri sejauh ini masih terlayani. Memang untuk seat sudah penuh, tapi masih ada permintaan dari calon penumpang yang ingin berangkat sesuai jadwal, dan itu kami bantu dengan penambahan non-seat,” katanya.
Ferdy juga menegaskan bahwa kondisi serupa terjadi di seluruh rute yang dilayani.
“Iya, semua rute seperti itu,” pungkasnya.
Situasi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kapal laut, terutama pada periode padat.
Calon penumpang diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau langsung mendatangi kantor cabang PELNI terdekat guna memperoleh alternatif keberangkatan. (rz)


