KALTARATARAKAN

Kejar Target Rp42 Miliar, Samsat Tarakan Gencarkan Jemput Bola dan Gebyar Pajak

TARAKAN – Samsat Tarakan memasang target ambisius dalam penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 sebesar Rp42 miliar.

Angka ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring upaya maksimal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berbagai strategi pun digencarkan, mulai dari peningkatan pelayanan di kantor hingga pendekatan langsung ke masyarakat melalui kegiatan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB) yang rutin dilakukan di lapangan.

Kepala UPT Samsat Tarakan, H. Syaiful Adrie mengungkapkan, capaian awal tahun menunjukkan tren positif. Bahkan, realisasi pada Triwulan I sudah melampaui target yang ditetapkan.

“Target PKB tahun ini sebesar Rp42 miliar. Itu naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2025. Jadi memang ada peningkatan target yang harus kita capai tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada Triwulan I Samsat menargetkan penerimaan sebesar 15 persen atau sekitar Rp6,3 miliar. Namun, hingga Maret realisasi telah mencapai hampir 16 persen.

“Artinya kita sudah sedikit di atas target di awal tahun ini,” jelasnya.

Memasuki Triwulan II, Samsat Tarakan mulai mengintensifkan kegiatan P2KB dengan pola jemput bola. Selain layanan di kantor, petugas juga turun langsung ke lapangan dan melakukan pendekatan door to door.

“Memasuki April ini kita sudah masuk Triwulan II. Inilah kita mengoptimalkan penerimaan melalui P2KB. Jadi selain door to door, masyarakat datang sendiri ke kantor kita, itu juga menjadi sasaran kita,” katanya.

Menurutnya, kegiatan P2KB terbukti berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan pajak. Perbandingan antara hari biasa dan saat operasi menunjukkan adanya lonjakan pembayaran.

“Setelah kita lakukan P2KB ini, kita lihat memang ada peningkatan dibandingkan hari biasa. Artinya ada kesadaran dari masyarakat untuk membayar pajak setelah kita lakukan pemeriksaan di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak tersebut tidak hanya terjadi sesaat, tetapi berlanjut pada hari-hari berikutnya.

“Dengan kegiatan ini kita melihat ada peningkatan dari hari ke hari. Jadi setelah dilakukan, besoknya ada peningkatan lagi. Artinya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak itu terus meningkat,” lanjutnya.

Data operasi sebelumnya menunjukkan sebanyak 1.494 kendaraan terjaring dalam satu periode, terdiri dari 266 roda empat dan 1.228 roda dua. Dari jumlah tersebut, 65 kendaraan diketahui telah jatuh tempo pajaknya, dengan rincian 28 roda empat dan 37 roda dua.

Menariknya, tren pembayaran langsung di tempat juga mengalami peningkatan, didukung kehadiran layanan Samsat Keliling yang memudahkan masyarakat.

“Yang bayar di tempat sebelumnya 26 unit, terdiri dari 4 roda empat dan 22 roda dua. Sekarang ini kalau saya lihat, lebih meningkat lagi pembayaran di tempat. Jadi ada perubahan dari masyarakat,” ujarnya.

Syaiful menegaskan, peningkatan tersebut telah terukur berdasarkan data yang dimiliki, sehingga menjadi bahan evaluasi untuk program ke depan.

Meski banyak kendaraan terjaring, ia menilai hal itu bukan semata karena rendahnya kesadaran masyarakat. Faktor situasional seperti bulan puasa dan jam kerja turut memengaruhi kondisi di lapangan.

“Bukan berarti kesadaran masyarakat rendah. Mungkin karena faktor bulan puasa kemarin atau jam kerja, jadi kebetulan banyak yang terjaring. Tapi kalau kita lihat, yang membayar juga cukup banyak,” jelasnya.

Sebagai tambahan, Samsat Tarakan juga menghadirkan program insentif bertajuk “Gebyar Pajak” untuk mendorong partisipasi wajib pajak. Melalui program ini, masyarakat dapat membayar pajak lebih awal sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah.

“Walaupun belum waktunya jatuh tempo, misalnya bulan Juni, masyarakat bisa bayar sekarang karena ada program gebyar pajak. Nanti ada undian di bulan Juli, hadiahnya seperti emas dan sepeda listrik,” katanya.

Dengan kombinasi strategi jemput bola, layanan lapangan, serta insentif menarik, Samsat Tarakan optimistis target Rp42 miliar dapat tercapai.

“Yang penting kita terus melakukan upaya-upaya ini. Dengan turun ke lapangan, door to door, dan memberikan kemudahan, kita harapkan kesadaran masyarakat terus meningkat dan target bisa tercapai,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button