KALTARABULUNGAN

CSR Tak Boleh Sekadar Formalitas, Kaltara Butuh Dampak Nyata

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Bersama Pimpinan Perusahaan, Senin (20/04/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha agar program CSR lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pembangunan Kaltara mengacu pada empat pilar utama yang ditetapkan Gubernur, yakni peningkatan daya saing ekonomi, perbaikan pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan, dan pelestarian lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha melalui CSR sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, CSR harus difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur dasar, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwamg menyebut daerah masih menghadapi tantangan, seperti pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional serta tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

“Diperlukan langkah yang lebih terintegrasi, termasuk memaksimalkan peran CSR,” katanya.

Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, untuk mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Beberapa ruas prioritas di antaranya Tanjung Selor–Tanah Kuning, Gunung Seriang–Peso, serta jalur di Tanah Tidung, Malinau, dan Nunukan.

Pemprov Kaltara berharap keterlibatan perusahaan melalui CSR dapat mendukung pembangunan, terutama di wilayah terpencil, guna mempercepat pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rm)

Show More
Back to top button