KALTARAPENDIDIKANTARAKAN

Sekolah Rakyat Tarakan Sepi Peminat

TARAKAN – Program Sekolah Rakyat di Kota Tarakan yang digadang-gadang menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat, ternyata masih sepi peminat. Hingga April 2026, jumlah siswa yang bergabung baru 69 orang, jauh dari target awal sebanyak 200 siswa.

Kegiatan belajar mengajar program tersebut saat ini masih memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kelurahan Kampung Enam.

Kepala Dinas Sosial Tarakan, Arbain mengatakan, target awal program ini menampung 150 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP. Namun realisasinya belum sesuai harapan.

“Target kita sebenarnya 200 siswa, terdiri dari 150 SD dan 50 SMP. Tapi sampai sekarang jumlahnya masih fluktuatif dan baru di angka 69 siswa,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Menurut Arbain, minimnya peserta didik dipengaruhi waktu peluncuran program yang bertepatan dengan masa pendaftaran sekolah formal. Kondisi itu membuat banyak orang tua lebih memilih sekolah umum yang dianggap lebih pasti.
“Jadwal operasional program ini waktu itu juga belum sepenuhnya jelas, sehingga masyarakat memilih opsi yang lebih pasti,” jelasnya.

Kesempatan pindah ke Sekolah Rakyat masih terbuka, namun proses administrasi yang cukup panjang menjadi hambatan tersendiri. Saat ini, beberapa siswa sedang dibantu untuk proses perpindahan.

Selain itu, sistem asrama juga menjadi tantangan, terutama bagi siswa usia dini yang belum siap tinggal jauh dari orang tua. Sebaliknya, banyak orang tua juga masih ragu melepas anaknya.

“Untuk anak-anak kelas awal SD, memang masih sulit beradaptasi dengan sistem asrama. Orang tua juga belum semuanya siap, meskipun seluruh kebutuhan anak sebenarnya sudah difasilitasi,” katanya.

Arbain menegaskan persoalan utama bukan pada fasilitas, melainkan aspek psikologis dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
“Fasilitas sudah cukup lengkap, ada pendampingan 24 jam, kebutuhan anak juga terpenuhi. Tinggal bagaimana kita terus membangun kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi siswa yang sudah bergabung kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Anak-anak disebut mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah, kegiatan pembinaan, hingga aktivitas keagamaan. (rz)

Show More
Back to top button