INTERNASIONALSATU BORNEO

Kasus Malaria Monyet Meningkat, Menkes Sabah Ingatkan Pentingnya Jaga Lingkungan

SANDAKAN – Meningkatnya kasus malaria monyet di Sabah kini menimbulkan kekhawatiran Menteri Kesehatan (Menkes) Sabah Datuk Seri Dr. Dzulkefly Ahmad. Dia pun mengingatkan masyarakat di Sabah bahwa situasi tersebut tidak boleh dianggap enteng.

Daerah seperti Tawau, Ranau dan Kudat diidentifikasi sebagai salah satu penyumbang utama kasus yang tercatat. Hal ini menyusul faktor lingkungan dan interaksi manusia dengan habitat satwa liar yang menjadi lebih signifikan.

Dijelaskan Dzulkefly Ahmad, berdasarkan catatan Pekan Epidemiologi ke-16 jumlah kasus mencapai 357. Data ini mencerminkan ancaman penyakit zoonosis yang masih berlangsung di negara dengan tutupan hutan yang luas seperti Sabah.

Dr Dzulkefly menekankan pentingnya pendekatan “One Health”, yang merupakan kolaborasi komprehensif antara berbagai lembaga, termasuk departemen satwa liar, kedokteran hewan, dan kehutanan untuk secara efektif mengekang penyebaran penyakit ini.

“Pencegahan memerlukan penglibatan semua pihak, bukan hanya sektor kesehatan, kerana faktor persekitaran dan aktiviti manusia turut memainkan peranan besar dalam penularan jangkitan,” katanya seperti yang diwartakan Satu Borneo di Sabah baru-baru ini.

Seperti diketahui, infeksi malaria monyet terjadi ketika manusia digigit nyamuk pembawa parasit dari monyet. Risiko penularan ini lebih tinggi pada individu yang bekerja di dekat hutan atau kawasan pertanian. Karena itulah, Dzulkefly menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Mustahak (penting) juga untuk kita tahu monyet itu datang menyerang sebab kita telah mengambil habitat mereka,” katanya.

Dia pun mengimbau semua pihak agar pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan sangat penting diteruskan. Termasuk meminimalkan interaksi manusia, terutama mereka yang bekerja dalam situasi seperti ini dengan monyet. Tak hanya itu, pembukaan kawasan hutan yang tak terkendali juga menjadi penentu meningkatnya kasus ini.

“Penting bagi kita untuk mewujudkan legitimasinya, karena kita melakukan kekerasan terhadap mereka (monyet). Mereka melakukan kekerasan terhadap kita dalam hal penularan zoonosis. Pengelolaan sampah juga penting karena monyet tertarik dengan sampah,” papar Dzulkefly.

Karena kasus ini, lanjut Dzulkefly, pengelolaan sampah domestik harus dilakukan dengan lebih baik. Selain itu, semua pihak juga harus mampu mengendalian pembukaan hutan dan pengurangan interaksi manusia-monyet. Langkah ini harus mendapat perhatian serius. Kerjasama yang berkelanjutan antar instansi serta peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting untuk memastikan upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara komprehensif dan efektif. (2ku)

Back to top button