TARAKAN – Sebanyak 103 jemaah calon haji asal Tarakan yang tergabung dalam Kloter 7 resmi diberangkatkan, Senin (4/5/2026), dari Masjid Baitul Izzah Islamic Center. Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah padatnya rangkaian ibadah haji dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
“Ibadah haji ini bukan hanya soal niat, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Rangkaiannya panjang, mulai dari Makkah hingga puncaknya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Semua itu butuh stamina yang prima,” ujar Ibnu Saud.
Kloter 7 menjadi gelombang awal keberangkatan jemaah haji asal Tarakan tahun ini. Pada hari yang sama, sebanyak 83 jemaah lainnya yang tergabung dalam Kloter 8 juga dijadwalkan berangkat.
Dengan demikian, total 186 jemaah diberangkatkan dalam satu hari.
Dalam rombongan Kloter 7, Wali Kota Tarakan, Khairul, bersama istri turut menunaikan ibadah haji tahun ini.
Ibnu Saud mengingatkan, suhu panas di Tanah Suci serta aktivitas ibadah yang padat berpotensi menguras energi jika tidak diantisipasi dengan baik. Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri saat beribadah.
“Di sana cuacanya panas, aktivitas juga padat. Kalau tidak diatur dengan baik, bisa kelelahan. Jadi jangan memaksakan diri. Kalau sudah merasa capek, lebih baik istirahat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dan makanan guna mencegah dehidrasi serta gangguan kesehatan lainnya.
“Perbanyak minum air putih, jangan tunggu haus. Makan juga harus teratur. Kadang karena fokus ibadah, orang jadi lupa makan atau minum, padahal itu penting untuk menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Menurutnya, disiplin terhadap pola istirahat, makan, dan minum menjadi kunci agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan maksimal.
“Istirahat itu bagian dari ikhtiar. Jangan sampai karena terlalu dipaksakan, akhirnya jatuh sakit,” tegasnya.
Selain itu, Ibnu juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dalam kelompok selama berada di Tanah Suci. Jemaah diminta tidak terpisah dari rombongan guna memudahkan koordinasi dan penanganan jika terjadi kendala.
“Pastikan tetap bersama kelompok. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau ada masalah, apalagi terkait kesehatan, akan lebih cepat ditangani jika bersama rombongan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh jemaah mengikuti arahan petugas haji, termasuk tenaga kesehatan yang mendampingi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
Pemerintah Kota Tarakan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, tetap sehat, dan kembali ke daerah dengan selamat.
“Harapan kita semua jemaah sehat, ibadahnya lancar, dan bisa kembali ke Tarakan dengan selamat,” pungkas Ibnu Saud. (rz)

