KALTARANUNUKAN

Pos Damkar Hilang, Warga Kampung Pukat Kini Andalkan Ember dan Doa

NUNUKAN – Insiden kebocoran tabung gas yang nyaris memicu kebakaran besar di Kampung Pukat, Jalan Hasanuddin RT 11, Kelurahan Nunukan Utara, Jumat (29/5/2026), kembali menyoroti minimnya kesiapsiagaan penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk pesisir Nunukan.

Api yang sempat muncul dari salah satu rumah warga membuat masyarakat sekitar panik. Beruntung, pemilik rumah sigap membuang tabung gas ke luar rumah sehingga kobaran api tidak sempat melalap bangunan di sekitarnya yang mayoritas berbahan kayu.

Di balik selamatnya permukiman tersebut, Ketua RT 11 Kelurahan Nunukan Utara, Vicky Fauzan, melontarkan kritik terhadap pemerintah daerah. Ia menilai keselamatan warga kurang mendapat perhatian setelah pos Pemadam Kebakaran di Kampung Pukat, Sei Bolong, dinonaktifkan dan personelnya ditarik.

Menurut Vicky, keputusan itu dinilai tidak tepat karena Kampung Pukat merupakan kawasan padat penduduk dengan tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi.

“Sepanjang tahun 2026 ini sudah empat kali terjadi kebakaran di wilayah kami. Ini bukan angka kecil. Artinya kawasan ini memang rawan dan membutuhkan kesiapsiagaan khusus,” tegasnya.

Ia mengatakan, selama ini warga terpaksa mengandalkan peralatan seadanya untuk memadamkan api sebelum merembet ke rumah lain. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena penanganan tanpa dukungan personel dan peralatan memadai berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kebakaran besar.

“Kalau masyarakat terlambat atau salah mengambil tindakan, dampaknya bisa fatal. Rumah di sini berhimpitan dan sebagian besar berbahan kayu. Api bisa menyebar hanya dalam hitungan menit,” ujarnya.

Vicky juga mempertanyakan kebijakan penarikan personel pemadam kebakaran dari Kampung Pukat di tengah tingginya ancaman kebakaran yang terus berulang.

“Kami sangat menyesalkan pos pemadam di Kampung Pukat dinonaktifkan. Padahal wilayah ini jelas-jelas rawan. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah terjadi kebakaran besar dan menimbulkan korban,” katanya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah segera mengaktifkan kembali pos pemadam kebakaran beserta personelnya agar masyarakat tidak terus-menerus diliputi rasa waswas.

“Kami tidak ingin setiap ada percikan api warga hanya bisa panik dan berharap api tidak membesar. Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas,” pungkasnya. (sym)

Back to top button