TARAKAN — Pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan terus menunjukkan tren meningkat akhir-akhir ini. Tidak hanya dipicu angka kelahiran, tetapi juga derasnya arus migrasi masuk.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, disebutkan, Kota Tarakan kini menjadi ‘gerbang utama’ bagi pendatang yang hendak mengadu nasib di Kalimantan Utara. Salah satu daya tariknya adalah posisi strategis Kota Tarakan dengan dukungan pelabuhan dan bandara menjadikannya titik awal perpindahan penduduk ke wilayah utara Kalimantan.
“Kalau bicara Tarakan itu kombinasi. Antara kelahiran, kemudian migrasi masuk dibanding migrasi keluar. Jadi perkembangan penduduk Tarakan itu selalu bertambah,” ungkap Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi.
Dijelaskannya, mayoritas pendatang tidak langsung menuju daerah tujuan akhir. Mereka umumnya singgah terlebih dahulu di Kota Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah kabupaten lain, seperti Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, hingga Malinau.
“Yang paling dominan datang ke Kalimantan Utara itu dari Jawa Timur (Jatim) sama Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkap Umar.
Selain faktor migrasi sipil, pertumbuhan penduduk Tarakan juga dipengaruhi keberadaan dan penambahan personel militer. Sebagai wilayah strategis, pergerakan pasukan beserta keluarga turut memberi kontribusi terhadap peningkatan jumlah penduduk.
“Kita lihat lagi, ini orang akan stay lama di Tarakan atau kemudian beralih ke kabupaten sekitar seperti Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Malinau,” katanya.
Umar menambahkan, kelengkapan fasilitas dan geliat ekonomi menjadi faktor utama yang membuat Tarakan tetap menjadi tujuan favorit para pendatang. “Manusia pada akhirnya akan mendekati wilayah yang fasilitasnya lengkap,” pungkasnya. (rz)

