TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena angin kencang yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) telah mereda. Meski peringatan dini resmi berakhir, masyarakat diminta tetap waspada karena BMKG kini memantau potensi pengaruh Siklon Tropis Hyacinth yang baru terdeteksi di timur Filipina.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan Reza Saputra mengatakan, peringatan dini angin kencang yang berlaku pada 9 hingga 11 Juli 2026 telah dicabut seiring membaiknya kondisi cuaca di Kalimantan Utara.
Saat puncak kejadian, kecepatan angin di daratan mencapai sekitar 15 knot, sedangkan di wilayah perairan mencapai 20 knot dengan hembusan terkuat terjadi di perairan Tanjung Selor.
Menurut Reza, angin kencang tersebut dipicu oleh pengaruh Siklon Tropis Bavi yang terbentuk di perairan timur Filipina. Sistem itu membentuk pola angin yang menarik massa udara menuju pusat siklon sehingga berdampak pada wilayah Kalimantan Utara, mulai dari Tarakan, Bulungan hingga Nunukan.
Selain memicu angin kencang, kondisi tersebut juga mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir. “Pola angin yang ditimbulkan oleh Siklon Tropis Bavi menarik massa udara ke arah pusat siklon. Kondisi itu yang kemudian memicu angin kencang di Kalimantan Utara,” ujar Reza, Senin (13/7/2026).
BMKG mencatat kondisi cuaca kini berangsur normal. Tinggi gelombang di seluruh perairan Kalimantan Utara berada di bawah 1,25 meter atau masuk kategori rendah, sementara kecepatan angin juga kembali normal sehingga aktivitas pelayaran dinilai lebih kondusif dibanding beberapa hari sebelumnya.
Meski demikian, BMKG masih memantau perkembangan Siklon Tropis Hyacinth yang muncul di wilayah timur Filipina. Dalam 24 jam ke depan sistem tersebut dipastikan belum memberikan dampak terhadap Kaltara.
Namun masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, tetap diminta rutin memantau informasi cuaca karena perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Walaupun peringatan dini sudah berakhir, tetap pantau informasi cuaca dan kondisi di lokasi. Perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga pembaruan informasi dari BMKG perlu terus diperhatikan,” pungkas Reza. (rz)

