KALTARAEKONOMITARAKAN

Percepat Deteksi Penyakit dari Luar Negeri

BKHIT Kaltara Siapkan Laboratorium Internasional di Tarakan

TARAKAN – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) bersiap membangun laboratorium baru berstandar internasional di Tarakan. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi hama dan penyakit berisiko tinggi dari luar negeri, sekaligus memperkuat pengawasan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, pembangunan laboratorium menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada di jalur pelayaran internasional. Menurutnya, keberadaan laboratorium modern akan mempercepat deteksi penyakit serta mendukung kelancaran aktivitas ekspor.

“Keberadaan laboratorium ini sangat penting. Risiko masuknya hama dan penyakit dari luar negeri cukup besar sehingga deteksinya harus cepat dan akurat,” ujarnya.

Laboratorium baru tersebut akan menggantikan fasilitas yang saat ini digunakan karena masa pinjam pakai lahannya berakhir tahun ini. Meski laboratorium lama telah mengantongi akreditasi ISO 17020 dan ISO 17025, BKHIT harus segera menyiapkan lokasi baru agar pelayanan karantina tetap berjalan optimal.

Saat ini, skema pinjam pakai lahan di kawasan Bandara Juwata Tarakan menjadi opsi utama dan koordinasi dengan pengelola bandara telah dilakukan.

Fasilitas baru nantinya akan dilengkapi instalasi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, ruang penanganan sampel, sistem pengelolaan limbah biohazard, hingga insinerator berkapasitas besar untuk pemusnahan sampel.

Selain itu, ruang lingkup akreditasi pengujian juga akan diperluas sehingga mampu mendeteksi lebih banyak jenis Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), termasuk penyakit berbahaya seperti virus Nipah yang endemik di Malaysia.

Keberadaan laboratorium di Tarakan juga diyakini akan memangkas waktu pengujian sampel dari wilayah perbatasan yang selama ini sebagian masih harus dikirim ke luar daerah.

Untuk memperkuat layanan, BKHIT turut mengusulkan pembangunan instalasi karantina di Sebatik dan Nunukan, sementara laboratorium utama tetap dipusatkan di Tarakan.

Ichi berharap pembangunan dapat dimulai tahun depan, dengan pelayanan laboratorium lama tetap berjalan melalui perpanjangan masa pinjam pakai hingga fasilitas baru selesai dan memperoleh sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). (rz)

Back to top button