EKONOMIKALTARATARAKAN

Investasi Tarakan Tembus Rp 387,1 Miliar, PMA Kuasai 73 Persen

TARAKAN – Realisasi investasi di Kota Tarakan pada triwulan I 2026 mencapai Rp387,1 miliar. Meski jumlah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) jauh lebih banyak, nilai investasi justru didominasi penanaman modal asing (PMA) yang menyumbang sekitar 73 persen dari total investasi. Capaian tersebut turut mendorong penyerapan 248 tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tarakan, total investasi sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai Rp387.113.530.982 dari 164 perusahaan. Nilai tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp284.312.885.224 dan PMDN sebesar Rp102.800.645.758.

Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H. Sugeng mengatakan, dominasi nilai investasi asing terjadi karena karakteristik PMA yang umumnya memiliki skala modal jauh lebih besar dibanding investasi dalam negeri.

“Untuk realisasi investasi triwulan pertama ini, PMA jumlahnya Rp284.312.885.224, sedangkan PMDN sebesar Rp102.800.645.758. Jadi totalnya mencapai Rp387.113.530.982,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan, investasi PMA hanya berasal dari 17 perusahaan, sedangkan PMDN berasal dari 147 perusahaan. Namun, sebagian besar PMDN didominasi pelaku UMKM dan usaha lokal dengan nilai modal yang relatif lebih kecil.

Selain meningkatkan nilai investasi, realisasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 248 tenaga kerja Indonesia berhasil diserap, terdiri dari 70 pekerja pada perusahaan PMA dan 178 pekerja di sektor PMDN. Hingga triwulan pertama, belum ada tenaga kerja asing yang tercatat bekerja melalui investasi tersebut.

Sugeng menambahkan seluruh pelaporan investasi kini dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Menurutnya, sistem tersebut memudahkan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan sekaligus mempermudah pemerintah memantau perkembangan investasi secara real time.

DPMPTSP menargetkan sebanyak 400 perusahaan berinvestasi di Tarakan sepanjang 2026. Hingga akhir triwulan I, capaian telah mencapai 164 perusahaan. Pemerintah optimistis target tersebut tercapai karena tren investasi biasanya meningkat pada semester kedua.

“Biasanya triwulan dua mulai meningkat, dan yang paling besar itu triwulan tiga dan empat. Mudah-mudahan tahun 2026 ini realisasi investasi bisa mencapai target, paling tidak di atas Rp1 triliun,” pungkas Sugeng. (rz)

Back to top button