Bupati Bulungan Minta Kades Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah dan Terjerat Narkoba
TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menginstruksikan seluruh kepala desa (kades) di Kabupaten Bulungan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Pemerintah desa diminta lebih proaktif memantau kondisi warganya, khususnya anak-anak yang berpotensi kehilangan akses pendidikan akibat persoalan ekonomi maupun faktor lainnya.
Menurut Syarwani, pemerintah desa memiliki peran penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap kepala desa diharapkan mampu mendeteksi lebih dini apabila terdapat anak yang terancam tidak melanjutkan pendidikan.
“Pastikan seluruh anak di Bulungan tetap bersekolah. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Bulungan,” ujar Syarwani, Minggu (26/0726).
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dipersiapkan sejak usia dini. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang mampu membawa Bulungan lebih maju di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah desa diminta tidak hanya mendata anak usia sekolah, tetapi juga aktif mencarikan solusi apabila ditemukan kendala yang membuat mereka berpotensi berhenti sekolah.
“Kalau ada anak yang menghadapi kendala ekonomi atau persoalan lain sehingga terancam tidak melanjutkan pendidikan, pemerintah desa harus hadir mencarikan jalan keluarnya. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan,” tegasnya.
Selain memastikan akses pendidikan, Syarwani juga mengingatkan seluruh kepala desa untuk mengawasi agar tidak terjadi praktik mempekerjakan anak di bawah umur. Menurutnya, anak-anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, bermain, serta tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usianya.
“Jangan ada anak di bawah umur yang dipekerjakan. Hak mereka adalah belajar dan berkembang. Masa depan mereka harus kita lindungi bersama,” katanya.
Tak hanya itu, ia mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pengaruh negatif lainnya. Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
“Peran orang tua sangat penting. Awasi anak-anak kita, berikan perhatian, dan pastikan mereka tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka adalah aset berharga yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini,” ujarnya.
Syarwani menambahkan, perlindungan terhadap anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah desa diminta memperkuat koordinasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.
Menurutnya, apabila seluruh anak di Bulungan memperoleh pendidikan yang layak, terbebas dari eksploitasi, serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba, maka daerah telah menyiapkan investasi jangka panjang berupa generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Kalau seluruh anak terlindungi, tetap sekolah, bebas dari eksploitasi, dan terhindar dari narkoba, maka kita sedang menyiapkan generasi Bulungan yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. Itulah investasi terbaik bagi masa depan daerah,” pungkasnya. (rm)

