Begal Gunung Selatan Ternyata Hoaks, Polisi Tutup Kasus
TARAKAN – Isu dugaan aksi begal yang sempat meresahkan warga di kawasan Gunung Selatan, Tarakan Tengah, akhirnya dipastikan sebagai informasi palsu. Kepolisian Resor (Polres) Tarakan menegaskan, peristiwa tersebut tidak pernah terjadi setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Satreskrim.
Pemuda berinisial MAS (20) yang sebelumnya mengaku sebagai korban, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Tarakan, Senin (27/7/2026) malam. Ia mengakui jika cerita yang disebarkannya tidak sesuai dengan fakta dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan, khususnya kepada pihak kepolisian dan organisasi kemasyarakatan. Cerita mengenai kejadian begal yang saya sampaikan tidak benar. Saya menyesal telah menimbulkan keresahan,” ujar AR di hadapan awak media.
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono menegaskan, hasil penyelidikan memastikan tidak ada tindak pidana pembegalan seperti yang dilaporkan.
“Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi. Yang bersangkutan juga telah mengakui laporan itu palsu. Oleh karena itu, penyelidikan kami hentikan melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3),” jelasnya.
Meski demikian, kepolisian tetap mengambil langkah pembinaan terhadap yang bersangkutan dengan melibatkan pihak keluarga sebagai upaya edukatif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan berkoordinasi dengan orang tua untuk memberikan pembinaan. Pendekatan ini kami lakukan agar yang bersangkutan menyadari dampak dari informasi yang disampaikan,” tambah Reginald.
Polres Tarakan turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama di media sosial. Verifikasi informasi dinilai penting untuk mencegah kepanikan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menyebarkannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas, khususnya di wilayah yang minim penerangan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran petugas. (rz)

