KALTARANUNUKAN

Rp50 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Krayan, Jembatan Binuang Sudah Berkontrak

TANJUNG SELOR – Harapan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan Krayan, Kalimantan Utara (Kaltara), mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Anggaran Rp50 miliar disetujui melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menangani infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara, Tri Bakti Mulianto mengatakan, anggaran tersebut diarahkan untuk penanganan Jalan Lingkar Krayan, khususnya akses menuju kawasan Lembut Longayu.

“Dari IJD itu di lingkungan Kementerian PU, disetujui oleh Pak Menteri PU sebesar Rp50 miliar untuk Lembut Longayu di Krayan,” ujar Tri.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya yang sebelumnya diperjuangkan Gubernur Kaltara di tingkat pemerintah pusat. Infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas masyarakat di kawasan perbatasan.

Meski demikian, Tri menegaskan, anggaran Rp50 miliar belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan infrastruktur jalan di Krayan. Masih terdapat sejumlah ruas yang membutuhkan penanganan dan dukungan anggaran lanjutan.

Selain jalan, pembangunan jembatan di kawasan Krayan juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Salah satunya Jembatan Binuang yang telah masuk dalam program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kalau untuk jembatan, sudah masuk APBN dan sudah berkontrak sejak 9 Juli,” jelasnya.

Saat ini, pekerjaan Jembatan Binuang telah memasuki tahap mobilisasi dan persiapan pekerjaan di lapangan. Pembangunan tersebut diharapkan semakin memperkuat akses transportasi masyarakat di wilayah Krayan.

Terkait informasi adanya alokasi anggaran hingga Rp150 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Krayan, Tri mengatakan, pihaknya masih perlu melakukan pengecekan. Sebab, anggaran yang telah dipastikan dan disetujui melalui program IJD saat ini baru sebesar Rp50 miliar.
“Kalau memang itu alokasinya, berarti baru Rp50 miliar. Belum selesai. Makanya mungkin akan berusaha kembali untuk memastikan yang Rp150 miliar itu yang mana,” katanya.
Selain penanganan jalan di Krayan, sejumlah pekerjaan jalan nasional di Kaltara juga terus berjalan. Penyelesaian setiap pekerjaan menyesuaikan kontrak dan target masing-masing paket.

Tri mengatakan, sebagian pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober dan November, sementara pekerjaan lainnya berlangsung hingga Desember 2026. “Kalau target tahunan pastinya harus selesai tahun ini. Pembangunan rutin kita rata-ratakan sampai Desember,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi barang dan jasa.

Pemerintah juga masih membuka peluang untuk mengusulkan kebutuhan pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk ruas yang sebelumnya belum memperoleh dukungan anggaran.

Salah satu yang diharapkan kembali mendapat perhatian adalah akses menuju kawasan Tanah Kuning. Ruas tersebut dinilai memiliki potensi strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dapat lagi, sehingga akses ke Tanah Kuning semakin baik. Karena potensial sekali untuk tempat wisata di sana,” ujarnya.
Di tengah berlangsungnya sejumlah proyek jalan, masyarakat pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi lokasi pekerjaan. Aktivitas konstruksi berpotensi membuat arus lalu lintas tidak berjalan normal.
“Kami minta maaf kepada masyarakat. Yang pertama tentunya jalannya tidak lancar,” katanya.

Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan ketika melintas di ruas yang sedang dikerjakan. Sejumlah titik masih terdapat alat berat dan pekerja, sementara kondisi badan jalan juga belum sepenuhnya selesai ditangani.

Kewaspadaan terutama diperlukan pada malam hari karena beberapa ruas belum memiliki penerangan yang memadai. Pengendara diimbau memperhatikan rambu-rambu dan lampu peringatan yang dipasang di sekitar lokasi proyek.

“Kalau mendapati lampu peringatan, hati-hati ada pekerjaan jalan, bisa menyesuaikan kecepatannya,” pungkasnya. (rm)

Back to top button